Djoko Tjandra Ditangkap, Kabareskrim Calon Kuat Kapolri?

 

Kepolisian telah menangkap terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko S Tjandra di Malaysia.



Diangkut pesawat carteran tipe Embraer ERJ 135 dengan nomor registrasi PK RJP, Djoko Tjandra tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (30/7/2020) malam sekira pukul 22.40 WIB.

 

Penangkapan Djoko ini kemudian menimbulkan spekulasi baru. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo bakal mulus sebagai Kapolri?

Raksasa Properti Bangkrut di Tengah Pandemi


PT Cowell Development, Tbk dinyatakan pailit alias bangkrut. Sebuah kisah raksasa properti yang tumbang di tengah pandemi corona.


Mengelola banyak properti berkelas atas selama puluhan tahun ternyata belum bisa menjamin ketangguhan sebuah perusahaan.


Meski bangkrut, Cowell yang salah satunya mengelola Plaza Atrium Senen tampaknya masih harus melewati jalan yang teramat panjang.
 

Simsalabim Buronan Djoko Tjandra

 

Buronan kakap Djoko Tjandra bagai belut. Sulit ditangkap walau kerap keluar-masuk Indonesia. Bahkan, buron kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu dengan santainya mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung.

 

Belakangan terkuak, Djoko bebas melenggang setelah mengantongi surat sakti dari lembaga penegak hukum. Djoko lagi-lagi menyulap hukum sesuai selera.

 

Simsalabim.

Dana Corona Macet di Kantong Menteri


Presiden Jokowi marah setelah jajaran menterinya kurang serius menggelontorkan dana penanganan wabah corona. Dana yang sudah tersedia ratusan triliun rupiah malah macet di kantong para menteri.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tak mau disalahkan sebagai kasir negara. Sementara menteri lainnya langsung berlomba-lomba mencari perhatian Presiden.


Konon, mereka takut kena reshuffle.

Jejak Bakrie di Brankas Jiwasraya

 

Kasus mega skandal korupsi Asuransi Jiwasraya semakin menjalar. Jaksa Agung memerintahkan penyidik untuk menelusuri adanya dugaan aliran dana hasil korupsi Jiwasraya ke Bakrie Group.

 

Jejak Bakrie di brankas Jiwasraya bermula dari nyanyian terdakwa Benny Tjokrosaputro. Bakrie Group diduga berkontribusi cukup besar pada perkara korupsi Jiwasraya.

 

Betulkah?

Penegak Hukum Jangan Gantung Kasus

 

Lembaga penegak hukum Kembali diminta bersikap tegas dalam menyelesaikan suatu perkara. Ini merupakan pesan penting yang telah dicanangkan Presiden Jokowi sejak awal pemerintahan keduanya.

 

Tak hanya cepat menyelesaikan nasib sebuah perkara, Presiden juga meminta penegak hukum untuk tidak ragu-ragu ‘menggigit’ siapa saja yang mencoba melawan hukum.

 

Kredibilitas Kepolisian, Kejaksaan, maupun KPK kini dipertaruhkan. Lalu siapa yang lebih dulu digigit?
 

Bea Cukai Kapan Gigit Mafia Harley?


Kinerja penyidik Bea Cukai Kementerian Keuangan sedang disorot. Enam bulan berlalu, kasus penyelundupan motor Harley dan sepeda Brompton akhir tahun lalu hingga saat ini masih jalan di tempat.


Gigitan penyidik Bea Cukai kini dinanti. Jangan sampai perintah ‘gigit’ dari Presiden Jokowi hanya sebatas manis di bibir.

Ada OJK di Balik Perampokan Jiwasraya?


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinilai menjadi biang kerok di balik perampokan dana nasabah Jiwasraya.  Ada dugaan, OJK tak menjalankan fungsinya sebagai pengawas keuangan. Lebih ironis lagi, OJK dituding justru terlibat dalam permainan kotor tersebut.


Kejanggalan itu terendus ketika beberapa saham yang awalnya dibeli dengan harga tinggi oleh Jiwasraya tetapi mendadak jatuh. Jiwasraya sepertinya diarahkan untuk membeli ‘saham gorengan’ yang pada ujungnya menimbulkan kerugian triliunan rupiah.


Mampukah Kejaksaan Agung membongkar kongkalikong perampokan dana nasabah Jiwasraya tersebut?

Garuda Indonesia Terbang Mencari Utang


Maskapai penerbangan Garuda Indonesia (Persero) Tbk terseok-seok. Dalam waktu bersamaan, Garuda harus bermanuver menghadapi dua tantangan beruntun: membayar utang jatuh tempo di tengah pandemi corona.


Kepak sayap Garuda pun terseok, hingga terpaksa melakukan efisiensi di sana-sini. Harapan bangkit kembali muncul  saat pemerintah tampil sebagai penjamin dalam “penerbangan” Garuda mencari utang baru.


Namun persoalan belum usai karena Garuda ternyata belum leluasa mengangkasa. Penyebabnya, tes PCR corona justru lebih mahal ketimbang tiket Garuda. Aduh, apa harus terbang mencari utang lagi?