Dari hasil Pemilu 2019, tercatat ada 9 partai politik yang mengirimkan calonnya sebagai anggota DPR

Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR resmi dilantik. Sebanyak 575 legislator akan memulai tugasnya hingga 2024 mendatang.

Dari hasil Pemilu 2019, tercatat ada 9 partai politik yang mengirimkan calonnya sebagai legislator. Sembilan partai politik itu adalah PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, dan PKB. Selain itu ada juga Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Untuk kursi Ketua DPR dipastikan akan diisi oleh PDI Perjuangan. Rencananya, partai berlogo banteng moncong putih itu akan menunjuk Puan Maharani sebagai Ketua DPR.

Baca Juga:  Puan Maharani Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPR

Hal itu sesuai dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, posisi Ketua DPR diberikan kepada partai pemenang pemilu. Kali ini, menjadi jatah PDI Perjuangan.

Selanjutnya posisi wakil ketua DPR akan ditempati perwakilan partai dengan perolehan suara terbanyak berikutnya secara berurutan. Untuk periode ini, jatah wakil ketua DPR diperoleh Golkar, Gerindra, PKB, dan NasDem selaku partai yang masuk lima besar suara terbanyak.

Baca Juga:  Catat! Ini Profil Lengkap Anggota DPR Periode 2019-2024

Bagaimana peta politik partai pendukung dan oposisi pemerintah?

Pada Pemilu 2019, diketahui koalisi partai pendukung Jokowi terdiri dari PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PKB, dan PPP. Sedangkan partai oposisi terdiri dari Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN.

PDI Perjuangan jadi pemilik kursi paling dominan, dengan 128 kursi. Sementara PPP jadi partai pemilik kursi paling sedikit. Berikut komposisi detailnya:

PDIP: 128 kursi
Golkar: 85 kursi
Gerindra: 78 kursi
NasDem: 59 kursi
PKB: 58 kursi
Demokrat: 54 kursi
PKS: 50 kursi
PAN: 44 kursi
PPP: 19 kursi

Baca Juga:  Jadi Anggota DPR, Ini Gaji dan Fasilitas Mewah yang Akan Dinikmati Mulan Jameela Cs

Jika didasarkan jumlah kursi, partai koalisi pendukung pemerintah akan menguasai 60 persen atau 349 kursi. Sementara oposisi hanya memiliki 226 kursi atau 40 persen kursi DPR.

Perolehan oposisi dan pro pemerintah ini akan berubah jika kondisi politik berubah. Apalagi jika Gerindra dan Demokrat benar-benar mendeklarasikan dukungan ke Jokowi dan masuk barisan koalisi. Jumlah kursi pro-Jokowi akan menjadi 481 kursi atau 84 persen kursi DPR. Sementara jumlah kursi tersisa yang dimiliki PKS dan PAN hanya 94 kursi atau 16 persen kursi DPR.