Foto berwarna hijau itu dibubuhi artikel mengenai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan membuat kontroversi. Hal ini lantaran foto berlatar karakter dari DC Comic, Joker yang diunggah di akun Facebooknya.

Foto berwarna hijau itu dibubuhi artikel mengenai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"JKN-KIS Menanggung Penderita Penyakit Orang dengan Gangguan Jiwa," tulis BPJS Kesehatan. Unggahan itu kemudian ditambahi kalimat Agar tidak tercipta joker-joker lainnya.

Unggahan itu menimbulkan kontroversi karena menyamakan penderita ODGJ dengan karakter jahat Joker.

Yayasan LBH Indonesia (YLBHI), Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA), dan beberapa organisasi lainnya pun langsung melayangkan somasi.

Dalam somasi tersebut, YLBHI Cs mempermasalahkan postingan BPJS Kesehatan yang menyebutkan 'JKN-KIS menanggung perawatan penyakit Orang Dengan Gangguan Jiwa, agar tidak tercipta Joker-joker lainnya'. Tulisan tersebut memakai latar belakang gambar wajah Joker.

"Bahwa tidak dengan serta merta, seorang ODGJ / PDM (Penyandang Disabilitas Mental) adalah pelaku tindak pidana atau kriminal. Bahkan tidak serta merta juga menjadi ODGJ / PDM berarti berpotensi menjadi kriminal, yang dalam hal ini, iklan layanan masyarakat BPJS seperti disebut di atas, digambarkan sebagai tokoh fiksi Joker," tulis YLBHI, diakses Kamis, 10 Oktober 2019.

YLBHI menyebut, unggahan BPJS Kesehatan cenderung menstigma ODGJ/PDM.

Pernyataan BPJS Kesehatan di Facebook tersebut, kata YLBHI, bertentangan dengan konstitusi dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa dan Undang-Undang 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu Anastacia, perwakilan dari Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA), mengatakan bahwa somasi dilayangkan dengan tujuan agar BPJS tidak membuat iklan layanan kesehatan yang membentuk stigma negatif pada ODGJ dan PDM. Menurutnya, iklan tersebut dapat membuat masyarakat berpikiran bahwa semua ODGJ dan PDM adalah kriminal.

"Konten iklan tersebut memuat gambar Joker yang notabene adalah ODGJ atau PDM yang bertindak kriminal. Hal ini akan berbahaya jika masyarakat jadi menganggap bahwa semua ODGJ atau PDM ini adalah kriminal. Padahal banyak juga kriminal yang tidak ODGJ maupun PDM," jelas Anastacia.


Minta Maaf

Atas polemik tersebut, BPJS Kesehatan pun meminta maaf dan menghapus postingan tersebut.

"Kami telah menghapus postingan dimaksud dan tetap berupaya senantiasa melakukan perbaikan membangun komunikasi publik yang mudah diterima awam dan menjelaskan dengan terang benderang maksud konten itu dibuat dan disebarluaskan," kata Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas.

Iqbal Anas menjelaskan, postingan tersebut justru ingin menunjukkan keseriusan BPJS Kesehatan dalam memberikan jaminan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat terkait medis, termasuk penyakit yang berkaitan dengan kejiwaan.

"Jika maksud dan tujuan kami ternyata menimbulkan tafsir yang berbeda tentu kami harus memperbaikinya. Termasuk meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman atas konten postingan media sosial kami," ucapnya.