Presiden Jokowi berharap Palapa Ring tidak disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah dan hoaks di media sosial

Presiden Joko Widodo alias Jokowi meresmikan Palapa Ring atau Tol Langit. Presiden berharap, Palapa Ring ini tidak disalahgunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah.

"Agar bisa kompetitif, perkembangan teknologi digital tidak boleh disalahgunakan, ujaran kebencian tidak boleh dipakai untuk ini, untuk fitnah ndak (boleh), hoaks ndak, fake news ndak," kata Presiden Jokowi di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Jokowi mengatakan, fitnah dan hoaks di media sosial harus dicegah. Begitu juga dengan kejahatan di dunia maya. "Saling mencela di medsos harus dihentikan. Termasuk mencegah kejahatan siber agar tidak semakin berkembang di negara kita," ucap dia.

Dengan peresmian itu, Palapa Ring pun resmi beroperasi.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menetapkan tarif penggunaan layanan jaringan serat optik Palapa Ring, mulai dari Paket Barat, Tengah hingga Timur.

Penetapan tarif penyediaan kapasitas pita lebar atau bandwidth berdasarkan nilai investasi, harga pasar, dan jumlah pengguna jasa.

Setiap pengguna jasa penyediaan kapasitas pita lebar atau bandwidth hanya dapat menggunakan kapasitas pita lebar atau bandwidth maksimal sebesar 10 Gbps.

Adapun tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark ditetapkan berdasar pertimbangan biaya per unit layanan dengan memerhatikan nilai investasi, panjang dan lokasi kabel, dan harga pasar.

Berikut tarif Palapa Ring, seperti dikutip dari laman Kominfo.

Palapa Ring Barat
Setelah resmi beroperasi sejak Maret 2018, terdapat dua tarif penggunaan Palapa Ring Paket Barat, yaitu tarif penyediaan kapasitas pita lebar, atau bandwidth, dan tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark fibre.

Palapa Ring Tengah
Proyek Palapa Ring Tengah menjangkau 27 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.

Infrastruktur backbone di Palapa Ring Tengah ini terdiri dari Kabel Serat Optik Darat, Kabel Serat Optik Laut dan Microwave.

Tidak berbeda jauh dengan komersial Palapa Ring Barat, terdapat dua tarif penggunaan palapa ring tengah, yaitu tarif penyediaan kapasitas lebar pita, atau bandwidth, dan tarif penyediaan kabel serat optik pasif atau dark fibre.

Palapa Ring Timur
Proyek Palapa Ring Timur mulai operasional sejak 29 Agustus 2019 dan juga telah melewati periode uji coba operasional dan komersial.

Palapa Ring Timur menjangkau 51 kabupaten/kota yang melalui 4 provinsi, yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat, terdiri dari 35 kabupaten/kota layanan dan 16 kabupaten/kota interkoneksi.

Infrastruktur backbone yang ada di Palapa Ring Timur terdiri dari kabel serat optik darat, kabel serat optik bawah laut, dan radio microwave.

Sebagai penyelenggara, pelanggan Palapa Ring Timur akan mendapatkan potongan harga sesuai kebijakan BAKTI. Terdapat skema diskon untuk 4 (empat) pelanggan pertama Palapa Ring Timur.

Penyelesaian Proyek Palapa Ring Timur menandakan penyelesaian Proyek Palapa Ring secara keseluruhan, menyusul Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah.