Sejak berdiri, Como beberapa kali pernah mencicipi kompetisi Serie A, namun tidak pernah bertahan lama.

Satu lagi pengusaha asal Indonesia memiliki klub sepakbola luar negeri. Pengusaha itu adalah Robert Wijaya Suwanto dan Robert Budi Hartono. Diketahui bahwa Budi Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok kretek Djarum dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia.

Mereka membeli klub asal Italia, Como 1907. Pembelian dilakukan melalui Sent Entertainment Ltd, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan yang bermarkas di Inggris.

Como dibeli Sent Entertainment Ltd saat dalam keadaan memprihatinkan. Manajemen klub sangat bermasalah dan memiliki banyak utang dengan berbagai pihak.

Stadion Giuseppe Sinigaglia, yang berkapasitas 13.602 tempat duduk, memiliki kualitas lapangan yang buruk untuk sebuah klub di Italia. Terlihat juga ada bagian atap yang terkelupas catnya.

"Kita beli nggak sampai Rp5 miliar. Istilahnya nebus di pegadaian. 1 Juli kemarin nggak punya pemain sama sekali. Aset yang nggak keurus kita poles lagi," kata Mirwan Suwarso, perwakilan Mola TV yang merupakan salah satu usaha milik Djarum, Jumat (18/10/2019).

Meskipun sempat dinyatakan bangkrut dan berada di level bawah kompetisi Liga Italia, kata Mirwan, Como 1907 dibeli untuk dijadikan sebagai rumah pelatihan Tim Garuda Select.

Pada pernyataan resminya, SENT bertekad menjalin kerja sama yang erat dengan pemerintah Kota Como, partner lokal, dan stakeholder lainnya. Di bawah manajemen baru, Como 1907 akan berinvestasi ke infrastruktur olahraga, pengembangan usia muda, stadion, dan pembentukan tim utama.

Selain itu, Grup Djarum ingin menjadikan Como 1907 sebagai rumah Garuda Select. Program Garuda Select merupakan akselerasi perkembangan pemain dari Elite Pro Academy. Mereka sudah mengirim dua angkatan, anak-anak yang terpilih dalam program ini dikirim berlatih langsung di Inggris.

Como 1907 yang saat ini bermain di kompetisi kasta ketiga Italia telah berusia 112 tahun. Sesuai namanya Como 1907 didirikan pada 1907 dan bermarkas di Kota Como, Italia. Sebelumnya,Como 1907 bermain di Serie-D dan baru promosi ke Serie-C pada 2019.

Klub dengan warna jersey biru ini bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia yang berkapasitas sekitar 13 ribu penonton.

Sejak berdiri, Como beberapa kali pernah mencicipi kompetisi Serie A, namun tidak pernah bertahan lama. Periode 1984-1989 menjadi era terbaik klub berjuluk Lariani ini karena mampu bertahan di Serie A selama lima musim. Pencapaian terbaik Como 1907 adalah finis di peringkat kesembilan pada 1986.

Budi Hartono tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp461 triliun.