Moeldoko meminta agar perkembangan kasus Novel Baswedan ditanyakan langsung ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Waktu pengusutan kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, yang diberikan Presiden Joko Widodo ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah masuk masa tenggat.

Sebelumnya, pada 19 Juli 2019, Jokowi memberi waktu tiga bulan kepada Tito untuk mengusut kasus penyerangan terhadap Novel. Tugas ini diberikan setelah Tim Pencari Fakta menyelesaikan tugasnya pada bulan yang sama.

Namun, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, memastikan Presiden Jokowi akan menagih Kapolri soal pengusutan kasus Novel itu.

"Kebiasaan yang dijalankan oleh Pak Jokowi begitu. Selalu mengecek atas perkembangan perkejaan yang telah beliau perintahkan," kata Moeldoko, di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Baca Juga:  Heboh, Inaleaks Unggah Video Perusakan Buku Merah di KPK

Namun, Moeldoko enggan bicara banyak soal kasus penyiraman air keras Novel yang terjadi dua tahun silam. Mantan Panglima TNI itu meminta agar perkembangan kasus Novel ditanyakan langsung kepada Tito. "Udah tanya Pak Kapolri belum. Tanya dulu dong Pak Kapolri jangan tanya saya," ujar mantan Panglima TNI tersebut.

Baca Juga:  Kasus Korupsi e-KTP, Wisma Atlet Hingga Sarang Walet Diduga Picu Penyiraman Novel Baswedan

Presiden Jokowi sebelumnya mengatakan hasil kerja tim pencari fakta (TPF) kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan akan ditindaklanjuti tim teknis Polri.

Tim teknis diminta menuntaskan kasus Novel dalam 3 bulan. Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/7).

“Kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan," kata Jokowi, kala itu.

Baca Juga:  Tudingan Ada Kongkalikong Novel dengan Anies Baswedan, Ini Jawaban KPK