Robert Budi Hartono merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan.

Konglomerat paling tajir di Indonesia, Robert Budi Hartono, resmi memiliki klub sepakbola asal Italia, Como 1907. Budi Hartono merupakan pemilik perusahaan rokok kretek Djarum dan bersama saudaranya, Michael Hartono, tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai Rp 461 triliun.

Robert Budi Hartono merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan.

Bisnis Djarum dimulai saat sang ayah membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951, dan kemudian diubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata sukses di pasaran.

Baca Juga:  21 Konglomerat RI Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia Versi Forbes

Pada tahun 1963, pabrik perusahaan Djarum terbakar dan perusahaan sedang dalam kondisi yang tidak stabil. Oei meninggal tak lama kemudian.

Ditinggal ayahnya, Robert bersama kakaknya Michael Bambang Hartono, melanjutkan usaha tersebut. Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya.

Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981.

Selain Djarum, Robert dan Michael adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51% saham BCA.

Baca Juga:  BCA Tebar Dividen Rp8,39 Triliun, Berapa yang Didapat Hartono Bersaudara?

Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser.

Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Digital Prima, Global Digital Niaga (Blibli.com), mereka juga membeli Kaskus, situs Indonesia yang paling populer.

Robert sangat menyukai olahraga bulu tangkis. Bermula dari sekadar hobi, ia kemudian mendirikan PB Djarum pada tahun 1969. Salah satu pemain bulu tangkis yang berasal dari PB Djarum adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “King Smash”.

Robert Budi Hartono menikahi seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono.

Budi kini telah resmi menjadi pemilik saham klub sepakbola di Italia, Como 1907. Melalui Sent Entertainment Ltd, ia membelinya bersama Robert Wijaya Suwanto.