Terkini, harga minyak untuk jenis WTI ditutup di kisaran $53,7 per barel.

Sentimen suram dari melambatnya pertumbuhan ekonomi China akhirnya  telah merambah di pasar komoditas tsrategis dan penting dunia. Adalah komoditas minyak dunia yang kali ini harus takluk di zona merah dalam menutup sesi akhir pekan ini, Jumat (18/10).

Pantauan menunjukkan, harga minyak untuk jenis WTI yang ditutup di kisaran $53,7 per barel atau merosot 0,43%.  Laporan dari jalannya sesi perdagangan menyebutkan, pelaku pasar yang mulai cenderung keluar dari pasar minyak menyusul sentimen suram dari China.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, otoritas China yang merilis kinerja pertumbuhan ekonominya untuk kuartal ketiga tahun ini, di mana hanya mencapai pertumbuhan sebesar 6,0%. Besaran pertumbuhan tersebut tercatat di bawah ekspektasi pasar yang berada di kisaran 6,1%.

Sementara dibanding pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 6,2%, kinerja di kuartal ketiga ini menjadi semakin buruk menghantarkan kesuraman perekonomian China. Kinerja pertumbuhan ekonomi China kini telah berada di level terendahnya dalam hampir 30 tahun terakhir.

Laporan juga menyebutkan, suramnya kinerja perekonomian China kali ini yang dikontribusi secara signifikan oleh perang dagang dengan AS.

China yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia bersama dengan Amerika Serikat, kinerja  suram perekonomiannya selalu  dengan mudah untuk  ditransformasikan sebagai ancaman pada permintan minyak dunia. Pelaku pasar akhirnya mengantisipasinya dengan melakukan tekanan jual untuk kemudian meruntuhkan harga minyak lebih signifikan.