Adapun modus yang dilakukan yaitu memisahkan iPhone dengan kotak kemasannya yang ditinggal di Singapura.

Peluncuran iPhone 11 ternyata berdampak masuknya produk Apple itu secara ilegal ke Indonesia. Apalagi, ponsel flagship itu belum dijual secara resmi di Indonesia.

Bisnis jasa titipan alias jastip pun kebanjiran order dari penggila seri iPhone. Mereka ramai memesan iPhone 11 itu melalui jastip.

Namun, mengingat ketentuan Barang Bawaan Penumpang, diberi nilai pembebasan sebesar US$500 per penumpang, membawa iPhone 11 ke Indonesia pun menjadi bermasalah. Sebab, harga termurah seri iPhone 11 itu berkisar US$699 atau sekira Rp8,9 juta.

Kasus jastip iPhone ilegal ini terakhir kali terbongkar pada 9 Oktober lalu. Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menghentikan upaya dua mahasiswi dari salah satu universitas di Singapura membawa 8 iPhone 11 ke Indonesia. Mereka berdalih iPhone itu bukan miliknya, melainkan titipan.

Baca Juga:  Mau Barang Jastip Tak Disita Bea Cukai? Begini Tipsnya!

Dua mahasiswi berinisial TLS dan VA, kedua penumpang yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut kedapatan membawa 8 buah iPhone dengan rincian 3 buah iPhone 11 dan 5 buah iPhone 11 Pro Max. .

Adapun modus yang dilakukan yaitu memisahkan iPhone dengan kotak kemasannya yang ditinggal di Singapura. Kemudian iPhone disembunyikan di koper, disimpan di kantong baju, dan juga direkatkan di paha dengan menggunakan lakban oleh salah satu penumpang tersebut.

Erwin Situmorang selaku Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta mengungkapkan, kedua penumpang tersebut tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta pada 9 Oktober 2019 pukul 22.45 WIB.

Mereka mencoba mengelabui Petugas Bea Cukai dengan cara keluar tidak bersamaan, namun setelah dilakukan pemeriksaan diketahui keduanya memiliki kode booking pesawat yang sama. Selanjutnya, terhadap barang impor tersebut diterbitkan Surat Bukti Penindakan (SBP) dan dilakukan penelitian lebih lanjut.

Kasus iPhone 11 bermodus jastip ini pun juga terbongkar di Surabaya. Bahkan, barang bukti iPhone yang disita sudah mencapai 84 unit.

Dalam gelar ekspose yang digelar Bea Cukai Juanda, terungkap, sebanyak 84 unit iPhone 11 senilai Rp1,5 miliar disita dalam penindakan petugas Bea Cukai dalam sebulan terakhir di Terminal Kedatangan Bandara Juanda.

Baca Juga:  Jastip Bisa Legal, Asal...

Kepala Kanwil Bea Cukai Jatim I, Purwantoro, memimpin langsung kegiatan yang dilaksanakan di aula Bea Cukai Juanda tersebut.

“Dengan dirilisnya seri iPphone terbaru dari Apple ternyata berdampak pada kenaikan upaya untuk memasukkan handphone tersebut lewat barang penumpang kedatangan internasional mengingat di Indonesia produk tersebut belum dirilis. Kondisi ini membuka peluang para pelaku jastip untuk meraup keuntungan dengan modus barang bawaan penumpang,” ujar Purwantoro.

Dalam pemaparannya, Purwantoro mengimbau agar masyarakat berhati-hati jika memesan barang melalui Jastip. Aturan yang berlaku di Indonesia terkait impor harus selalu diselesaikan oleh setiap penumpang yang ingin membawa barang dari luar negeri. Kewajiban bea masuk dan pajak dalam rangka impor juga harus dilakukan di mesin yang telah disediakan Bea Cukai.

“Dari keseluruhan Iphone yang ditegah tersebut, terdapat 8 pcs yang sudah diselesaikan kewajiban kepabeanannya sesuai PMK yang berlaku. Di samping Iphone, petugas juga berhasil mengamankan 90 botol minuman keras berbagai jenis dan merk yang menyalahi aturan barang bawaan,” tutup Purwantoro.

Baca Juga:  Mengenal Bisnis Jastip, Modal Nol Untung Maksimal

Bea Cukai bertindak sebagai community protector dan trade facilitator untuk Indonesia, itu berarti Bea Cukai diberikan kewenangan untuk mencegah masuknya barang-barang yang dianggap akan merusak pasar Indonesia.

Selain itu, Bea Cukai juga berfungsi agar seluruh masyarakat Indonesia mematuhi aturan-aturan kepabeanan yang berlaku dalam hal ini aturan terkait impor.