Sebanyak 31 ribu personel gabungan dari TNI dan Polri akan diturunkan untuk mengamankan pelantikan Jokowi-Amin pada hari ini, 20 Oktober 2019. Se

Pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 akan dikawal puluhan ribu aparat gabungan.

Sebanyak 31 ribu personel gabungan dari TNI dan Polri akan diturunkan untuk mengamankan pelantikan Jokowi-Amin pada hari ini, 20 Oktober 2019. Sebelumnya 27 ribu personel yang disiagakan, namun pihak kepolisian menambah 4.000 personel yang berasal dari satuan Sabhara.

Tim gabungan TNI, Polri dan aparat pemerintah daerah rencananya membuat tiga ring pengamanan. Ring pengamanan pertama di ruang pelantikan dijaga oleh Paspamres, ring kedua di ruang pelantikan akan dijaga oleh anggota TNI. Sedangkan ring ketiga akan dijaga oleh gabungan TNI-Polri dan unsur lain.

Pengawanan super ketat ini mendapat sorotan dari Amnesty International Indonesia. Mereka menilai pelantikan Jokowi-Amin, kontras dengan pelantikannya pada 2014.

"Hari ini kita lihat suatu pelantikan yang bertolakbelakang dengan potret pelantikan 2014," kata Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Usman menuturkan pada 20 Oktober 2014, seusai dilantik di Gedung MPR, Jokowi dan Jusuf Kalla diarak menggunakan kereta kencana. Saat itu, ratusan ribu orang merayakan arak-arakan itu dari Bundaran Hotel Indonesia hingga Monas.


Foto: Beritasatu

Ada pesta rakyat untuk merayakan kemenangan Jokowi. "Itu memperlihatkan dirinya sebagai pemimpin prorakyat," kata Usman.

Untuk pelantikan 2019, kata Usman, Jokowi akan dilantik dengan pengawalan puluhan ribu aparat keamanan. "Suatu pengamanan yang menurut saya hanya cocok untuk pemimpin yang bukan negarawan, tapi mereka yang dilantik untuk memegang kekuasaan besar dengan nyali dan mental yang kecil," ujar Usman.

Semula, ada rencana untuk kembali mengarak dan menggelar pesta rakyat sebagai syukuran kemenangan. Namun, Jokowi membatalkan rencana itu. Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan Jokowi ingin langsung bekerja.

Jika dibandingkan saat Jokowi dilantik pada 2014, saat itu personel keamanan yang diterjunkan sebanyak 24.815 personel.