Eggi Sudjana ditangkap di kediamannya di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/10) pukul 01.30 WIB

Eggi Sudjana kembali berurusan dengan polisi. Pengacara senior itu diamankan polisi di tengah pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

Eggi ditangkap di kediamannya di kawasan Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/10) pukul 01.30 WIB. Polisi pun sempat melakukan penyitaan seperti ponsel milik Eggi.

Kabagpenum Divisi Hukum Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menjelaskan, Eggi ditangkap tim dari Polda Metro Jaya. "(Handphone Eggi Sudjana disita) Diamankan dan dibawa," ujarnya.

Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Alamsyah Hanafiah membenarkan kliennya diamankan oleh kepolisian. Menurutnya, Eggi ditangkap guna dimintai klarifikasi sebagai saksi atas ditangkapnya seorang tersangka yang terjerat kasus perakitan bom.

"Alasan penangkapan itu mau klarifikasi dengan orang yang lagi disidik oleh Polda Metro Jaya, yang merakit bom," kata Alamsyah saat dihubungi.

Kendati demikian, Alamsyah mengaku tak mengetahui identitas tersangka perakitan bom tersebut saat ditanyai. "Saya tidak tahu (identitas tersangka perakit bom)," ujarnya.

Menurut Alamsyah, tersangka perakit bom tersebut sering berkomunikasi dengan Eggi. Sebab, tersangka tersebut sering memijat Eggi Sudjana. Bahkan, tersangka itu pernah menginap di rumah Eggi Sudjana.

"Orang itu (tersangka perakit bom) pernah WhatsApp dan pergi ke rumah Eggi. Dia pernah pijitin (Eggi). Kemungkinan karena sering telpon dengan Eggi, makanya Eggi juga ditangkap semalam," pungkas Alamsyah.

Sempat Ditahan Kasus Makar

Sebelumnya, Eggi sempat ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya atas kasus dugaan makar. Eggi pun diwajibkan melapor seminggu dua kali.

Saat itu, keluarga dan Direktur Advokasi dan Hukum Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad menjadi penjamin atas penangguhan penahanan Eggi.