Pada masa pemerintahan Jokowi periode pertama, Luhut menempati tiga pos

Nama-nama menteri Kabinet Kerja Jilid II akan diumumkan Presiden Joko Widodo pada Senin (21/10/2019) pagi ini.

Pengamat politik Ray Rangkuti menyatakan, Presiden Joko Widodo membutuhkan sosok menteri yang bisa mengerti segala urusan. Sosok yang dimaksud adalah Luhut Binsar Pandjaitan atau LBP.

"Saya kira Pak Jokowi membutuhkan menteri yang namanya menteri segala urusan," kata Ray Rangkuti dikutip dari tayangan Talk Show tvOne, yang diunggah di YouTube pada Jumat (18/10).

"Nah itu Pak LBP cocok itu masuk di dalam," imbuhnya.

Pada masa pemerintahan Jokowi periode pertama, Luhut menempati tiga pos. Yakni Kepala Staf Kepresidenan pada 2014-2015, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (2015-2016), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019)

Menueut Ray Rangkuti, tugas Luhut bisa dikaitkan dengan sejumlah kementerian. "Kalau dikait-kaitkan pasti ada kaitannya, tapi benar enggak itu, tupoksi, menteri agama, soal budaya, kan ada," ujarnya.

Sementara ekonom Faisal Basri mengkritisi kinerja Luhut.  "Menko itu mengkoordinir, bukan mengambil alih tugas kementerian, enggak jelas itu," sahut Faisal Basri.

Faisal Basri menilai Luhut sebagai salah satu menteri yang gagal di pemerintahan pertama Jokowi. "Luhut Pandjaitan, dia lebih bertindak sebagai perdana menteri ketimbang menteri koordinator," ucap Faisal Basri.

"Semua urusan diambil alih, tapi presidennya membiarkan, ya terserah ya," ujarnya.

Dalam bocoran susunan kabinet terbaru, Luhut disebut bakal kembali menempati posnya yakni sebagai Menteri Koordinator bidang Kemaritiman.

Berikut susunan Kabinet Jokowi-Amin terbaru:

Presiden:
Joko Widodo

Wakil Presiden:
KH. Ma'ruf Amin

Menteri Koordinator:
1. Menteri Koordinator Bidang Polhukam: Moeldoko
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sri Mulyani
3. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Pramono Anung
4. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman: Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri

1. Menteri Sekretaris Negara : Pratikno

2. Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Bambang Brodjonegoro

3. Menteri Dalam Negeri: Budi Gunawan

4. Menteri Luar Negeri dan Perdagangan: Retno Lestari Priansari Marsudi
Wakil Menlu : Abdurrachman Mohammad Fahir

5. Menteri Pertahanan: Fadli Zon
Wakil Menhan: Agus Harimurti Yudhoyono

6. Menteri Hukum dan HAM: Hamdan Zoelva

7. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johan Budi
Wakil Menteri Komunikasi : Nezar Patria

8. Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: Yanuar Nugroho

9. Menteri Keuangan: Chatib Basri

10. Menteri BUMN: Ignatius Jonan

11. Menteri ESDM : Archandra Taher

12. Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto

13. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono

14. Menteri Perhubungan : Budi Karya Sumadi

15. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri

16. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutaman: Siti Nurbaya

17. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN: Ahmad Basarah

18. Menteri Agama: Yahya Tsaquf

19. Menteri Kesehatan: Diah Saminarsih

20. Menteri Sosial: Agus Gumiwang Kartasasmita

21. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yeni Wahid

22. Menteri Pendidikan Nasional: Syafiq A. Mughni

23. Menteri Pendidikan Tinggi: Rudiantara

24. Menteri Pemuda dan Olahraga: Saifullah Yusuf

25. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Djarot Saiful Hidayat

27. Menteri Pertanian : Edi Wibowo

28. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti

29. Menteri Koperasi : Nadiem Makarim

30. Menteri Pariwisata: Abdullah Azwar Anas

31. Menteri Kebudayaan Nasional: Hilman Farid

Pejabat Setingkat Menteri

1. Jaksa Agung: Mahfud MD
2. Panglima Tentara Nasional Indonesia: Hadi Tjahjanto
3. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia: Tito Karnavian

Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian
1. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Erick Tohir
2. Kepala Badan Ekonomi Kreatif: Triawan Munaf

Kepala Lembaga Nonstruktural

Kepala Staf Kepresidenan: Marsekal (Purn) Marsetyo

Badan Baru

1. Kepala Pusat Legislasi Nasional: Alex Lay
2. Kepala Lembaga Ekonomi & Keuangan Syariah: Erani Yustika
3. Kepala Badan Manajemen Talenta Nasional: Rieke Dyah Pitaloka.