Dua sentimen penting, Brexit dan hubungan AS-China masih akan mendominasi pola gerak harga Emas di pekan ini.

Dua sentimen yang penuh dengan kejutan, nampaknya kini akan menjadi perhatian besar bagi pelaku pasar di bursa komoditas penting dan strategis dunia, emas. Komoditas logam bersinar kuning itu kini seakan dalam kungkungan dua sentimen yang sulit untuk dilepaskan.

Sentimen pertama  datang dari proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang disebut Brexit. Di tengah telah tercapainya kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa, pihak parlemen Inggris dikabarkan menunda pemungutan suara untuk menyetujui kesepakatan Brexit tersebut.

Sentimen akhirnya kembali berada dalam ketidakpastian, namun pelaku pasar secara keseluruhan masih cenderung optimis bahwa parlemen Inggris akan menyetujui kesepakatan Brexit tersebut. Bila hal ini terbukti, maka harga emas akan cenderrung mengalami tekanan jual, meski dalam rentang yang cenderung terbatas.

Sementara sentimen kedua datang dari perang dagang AS-China. Serangkaian laporan terkini dari hasil perundingan dagang AS-China memang telah menghantarkan kabar positif, di mana kesepakatan parsial yang dicapai dua pekan lalu kini sedang menghadapi ujian dari friksi yang semakin tajam antara Washington dengan Beijing menyangkut aksi protes berkepanjangan  yang terjadi di Hong Kong.

Lagi-lagi, sentimen dari perang dagang AS-China memberikan ketidakpastian bagi investor di pasar Emas. Ketidakpastian dari dua sentimen penting tersebut akhirnya menghantarkan harga emas masih terjebak dalam rentang gerak sempit dalam mengawali sesi perdagangan pagi awal pekan ini, Senin (21/10) di Asia.

Terkini,  harga Emas tercatat bertengger di $1.494,8 per Ounce atau menguat sangat tipis 0,05%. Di bawah kungkungan ketidakpastian dari dua sentimen tersebut, harga emas terlihat masih berupaya  bertahan di sekitaran level psikologis pentingnya di $1.500 per Ounce.