Pihak Xiaomi mengkhawatirkan bahwa teknologi komunikasi berbasis 4G akan segera ditinggalkan.

Salah satu perusahaan teknlogi terkemuka asal China, Xiaomi, nampaknya sedang bergerak cepat untuk mengantisipasi sejumlah perkembangan terkini di pasar teknologi global.  Terlebih pecahnya perang dagang AS-China dalam setahun terakhir  telah berimbas pada kinerja pemasaran Xiaomi di China.

Laporan menyebutkan, perang dagang AS-China yang telah memantik rasa nasionalisme di warga China yang berujung dengan aksi pembelian produk Huawei, pabrikan smartphone terbesar China yang sedang dijadikan target sanksi oleh pemerintahan Presiden Trump.

Akibat aksi patriotik warga China tersebut, penguasaan pangsa pasar Xiaomi  di China menyusut. Laporan terkini menyebutkan, penguasaan pangsa pasar Xiaomi di China yang kini berada di kisaran 11,8% di kuartal kedua tahun ini, atau menurun signifikan ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar 13,9%.

Nam,un demikian pihak Xiaomi masih bisa ‘menghibur diri’ dengan perkembangan yang terjadi di pasar Eropa. Benua Biru tersebut kini telah mulai menjadi pasar yang penting bagi Xiaomi. Laporan menyebutkan, penguasaan pangsa pasar Xiaomi di Eropa yang tumbuh sangat signifikan untuk kini mencapai 9,6% di kuartal kedua tahun ini.

Besaran tersebut tercatat meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 6,5%. Xiaomi kini akahirnya telah menjadi  salah satu pabrikan smartphone yang mengalami pertumbuhan tercepat di Eropa.     

Dengan melihat serangkaian situasi tersebut, baik di pasar China maupun Eropa, pihak Xiaomi akhirnya kini berniat untuk meluncurkan hingga 10 produk smartphone yang berbasis teknologi 5G pada tahun 2020. Pihak Xiaomi lebih jauh mengklaim, kekhawatiran bahwa teknologi 4G akan segera ditinggalkan akibat antusiasme industri telekomunikasi dalam menyambut teknologi 5G.