Hingga kini, situasi teknikal harga Emas terlihat masih kukuh di fase ketiadaan tren.

Sikap optimis yang kembali hinggap di bursa Wall Street akhirnya merambah hingga pasar komoditas openting dan strategis dunia, Emas. Laporan menyebutkan, gerak harga komoditas logam bersinar kuning itu yang meredup dalam menutup sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (21/10).

Optimisme yang merambah bursa Wall Street terlihat berpadu dengan analisis terkini menyangkut prospek kinerja perekonomian AS  yang disebut cenderung cerah. Investor kini sedang menatap peluang dan langlah Bank Sentral AS  apakah akan menurunkan suku bunga acuannya.

Keraguan pada kesuraman prospek ekonomi AS, kini mulai hadir dengan lebih meyakinkan, dan langkah yang diambil bank sentral AS akan menjadi rujukan penting. Pelaku pasar akhirnya mulai keluar dari komoditas emas, dan penurunan harga tidak terelakkan.

Pantauan terkini di sesi perdagangan pagi ini, Selasa (22/10) di Asia menunjukkan, harga Emas yang bertengger di kisaran $1.487,0 per Ounce atau semakin menjauhi level psikologis pentingnya di kisaran $1.500 per Ounce.

Untuk dicatat, optimisme terhadap kinerja perekonomian akan membuat investor berhenti memburu aset investasi yang aman seperti Emas. Akibat selanjutnya, gerak harga beralih  turun sebagaimana yang terjadi kali ini.

Meski demikian, tinjauan teknikal terkini masih memperlihatkan pola gerak harga Emas yang bertahan di fase ketiadaan tren. Hal ini sekaligus mencerminkan keraguan Investor dalam menilai optimisme yang kali ini hingap.