Pelaku pasar dengan cepat berbalik keluar dari pasar emas hingga meruntuhkan harga emas dalam taraf tajam.

Usai berhasil membalikkan bursa saham Wall Street di zona positif dalam sesi perdagangan Kamis (7/11) yang baru berakhir bberapa jam lalu. Pernyataan positif dari juru bicara kementerian luar negeri China menyangkut perundingan dagang AS-China akhirnya langsung membuat harga Emas dunia hancur.

Pantauan menunjukkan, dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu, harga Emas dunia yang berakhir di kisaran $1.466,4 per Ounce atau telah dengan cepat menjauh ke bawah level psikologis pentingnya di $1.500.  

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, juru bicara kementerian Luar Negeri China, Gao Feng, yang dalam dalam sebuah kesempatan kemarin mengklaim bahwa   AS dan China telah mencapai kemajuan dengan sepakat untuk menghapus tarif masuk yang kini berlaku secara simultan dan proporsional.

Feng dalam kesempatan yang sama juga menekankan bahwa AS-China kini telah semakin dekat untuk menyegel kesepakatan dagang parsial tahap pertama.

Pernyataan tersebut dengan cepat membuat pelaku pasar berbalik keluar dan melakukan tekanan jual yang intens untuk meruntuhkan harga emas dengan tajam sebesar 1,5%. Harga emas bahkan kini telah mencetak titik terlemahnya dalam sebulan  sesi perdagangan terakhir.

Optimisme bahwa perundingan dagang AS-China untuk mencetak kesepakatan di mana pada akhirnya menghindarkan pukulan lebih buruk pada kinerja perekonomian akibat perang dagang, membuat investor dengan panik melakukan langkah antisipasi.

Tekanan jual intens akhirnya terjadi dan harga emas mengalami keruntuhan yang tajam.