Di perusahaan ini Bobby disebut menjabat "Presiden Komisaris, bagian dari owner, dan pemegang saham perusahaan."

Proyek perumahan milik menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Afif Nasution di Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digugat warga. Proyek itu digarap PT Wirasena Citra Reswara (WCR).

PT Wirasena salah satunya dimiliki Bobby Nasution. Dalam situs resminya, Bobby disebut menjabat "Presiden Komisaris, bagian dari owner, dan pemegang saham perusahaan."

Warga protes lantaran aktivitas cut and fill yang digarap PT Wirasena tidak ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Seperti belum adanya drainase dan bak penampungan material cut and fill.

Sehingga bila hujan deras turun, material tanah yang berubah jadi lumpur itu, menerjang pemukiman warga dan perusahaan sepatu PT Glostar Indonesia (GSI) yang lokasinya berada di bawah proyek perumahan bersubsidi tersebut.

“Saat itu, pihak PT GSI Cikembar telah melayangkan surat terkait persoalan ini kepada DLH. Setelah itu, kami langsung memfasilitasi mereka untuk duduk bersama mencari solusinya. Namun, sampai saat ini belum menemukan solusi yang baik," kata Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi, Budi Setiady, seperti dilansir dari radarsukabumi.

Berdasarkan laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Cibadak, PT GSI menuntut agar perumahan Sukabumi Sejahtera Satu disita.

"Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (Conservatoir Beslag) atas tanah Perumahan Sukabumi Sejahtera 1 (satu) seluas +15 hektare yang terletak di Kp. Cioray Desa Bojong Raharja Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi," demikian petikan bagian permohonan gugatan.

Selain itu, penggugat juga meminta perusahaan Bobby "membayar ganti kerugian Rp5.783.894.574 (lima miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta delapan ratus sembilan puluh empat ribu lima ratus tujuh puluh empat rupiah)."

Penggugat juga menuntut uang dwangsom (uang paksa) sebesar Rp1 juta, meminta putusan langsung dieksekusi meski ada banding, dan meminta agar tergugat membayar biaya perkara.

Budy Setiadi mengaku saat ini PT Wirasena sudah membangun drainase dan bak penampungan. "Sehingga ketika hujan tiba, material tanah diharapkan tidak akan kembali menerjang ke pemukiman warga maupun ke lokasi perusahaan PT GSI Cikembar,” ujarnya.