Terawan juga mengusulkan agar iuran kelas 3 tidak naik. Sesuai rencana pada 1 Januari 2020, iuran kelas 3 BPJS Kesehatan akan naik dari semula Rp 25.500 menjadi Rp 42.000

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, menyurati Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, agar mengucurkan Rp9,7 triliun. Uang itu akan digunakan untuk menutupi defisit anggaran BPJS Kesehatan.

"Saya sudah bersurat (ke Menteri Keuangan). Tinggal ketemu, saya diskusikan. Kan ada formal ada informal ya. Ini kesempatan, doakan ya," kata Terawan di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Terawan menjelaskan angka Rp 9,7 triliun sudah berdasarkan hitung-hitungan. Dana talangan tersebut akan digunakan untuk menambal defisit BPJS Kesehatan. "Itu kalau kurangnya selisihnya itu, kalau dihitung itu (Rp 9,7 triliun)," ujarnya.

Selain itu, Terawan juga mengusulkan agar iuran kelas 3 tidak naik. Sesuai rencana pada 1 Januari 2020, iuran kelas 3 BPJS Kesehatan akan naik dari semula Rp 25.500 menjadi Rp 42.000. "Ya pokoknya usulan yang membuat dia (iuran peserta kelas 3) tidak naik," jelasnya.

Dia mengaku telah berkirim surat kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait rencana subsidi tersebut. Jika bertemu dengan Sri Mulyani, Terawan akan membicarakan langsung untuk mendapatkan restu.

"Sudah, saya sudah bersurat. Tinggal ketemu, saya diskusikan. Kan ada formal, ada informal ya. Ini kesempatan," papar Terawan.

Jika rencana ini terlaksana, nantinya kebijakan itu akan meringankan kelas 3 kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU). Menengok untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), iurannya sudah dibayari pemerintah.

"Pemerintah berusaha membantu rakyat, supaya kelas 3 seolah-olah tidak terjadi kenaikan iuran," tegasnya.