Pecah kongsi kali ini langsung memberikan dampak bagi Garuda Indonesia. Saham mereka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia terus tergelincir.

Maskapai Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air kembali pecah kongsi. Dengan demikian, Sriwijaya Air tidak lagi menjadi anggota Garuda Indonesia Group dan hubungan dengan Sriwijaya Group akan kembali berdasarkan business to business (B to B).

Pecah kongsi kali ini langsung memberikan dampak bagi Garuda Indonesia. Saham mereka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia terus tergelincir.

Pada perdagangan Jumat (8/11/2019), saham Garuda Indonesia dengan kode GIAA, dibuka pada harga Rp585 per lembar. Harga saham sempat anjlok hingga Rp570 sebelum ditutup pada harga Rp575. Harga saham ini mengalami penurunan 10 poin atau 1,71 persen.

Sementara itu, Sriwijaya Air juga langsung merombak susunan direksi. Dalam Surat Keputusan yang ditandatangani pemegang saham Hendry Lie, menyatakan, pengangkatan Jefferson Irwin Jauwena sebagai Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Didi Iswandy sebagai Direktur Operasional, Cecep Cahyana sebagai Direktur Quality, Safety & Security dan Dwi Iswantoro sebagai Direktur Teknik per 7 November 2019.

“Surat Keputusan ini berlaku terhitung sejak ditandatanganinya Surat Keputusan ini. Dengan ketentuan hal-hal yang dianggap perlu dan belum diatur dalam Surat Keputusan ini akan diputuskan kemudian. Apabila terdapat kekeliruan terhadap ketentuan da nisi dari Surat Keputusan ini akan dilakukan perubahan seperlunya,” tulis dalam surat tersebut.

Sriwijaya Air Group juga memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan dari Garuda Indonesia Group seiring dengan telah berakhirnya masa transisi kerja sama per 31 Oktober 2019.

“Sehubungan dengan telah berakhirnya masa transisi terkait kerja sama antara Garuda Indonesia Group dengan pemgang saham PT Sriwijaya Air Group pada tanggal 31 Oktober 2019, dan atas pertimbangan dari para pemegang saham dan dewan komisaris PT Sriwijaya Air, maka dengan ini manajemen PT Sriwijaya Air (Group) memutuskan untuk mengembalikan seluruh karyawan perbantuan,” dalam surat nomor 018/EXT/DH/SJ/XI/2019 yang ditandatangani oleh Direktur Legal dan Sumber Daya Manusia PT Sriwijaya Air Anthony Ralmond Tampubolon.

Terdapat 11 nama karyawan Garuda Indonesia yang dikembalikan baik setingkat jabatan “vice president” maupun “senior manager” terhitung sejak 7 November 2019.

Nama-nama tersebut adalah:

VP Revenue Management Risal Akbar
VP Network Lilik Yulianto Nugroho
VP Engineering, Quality, and Technical Service Sukarya Sastrodinoyo
VP Distribution Channel, Digital Business, and Cargo Ferdian
SM Cargo Agus Dewanta
VP Service Planning and Delivery Dodhi Jatmika Adhi
VP IT Setyo Adi Raharjo
VP Marketing and Loyalty Amalia Vesta Widaranti
PMO Centralized Flight Dispatch Tras Budiantoro
SM Cabin Service, Standard and Development Dewi Handayani
Advisor di Direktorat Keuangan Elisabeth Enny K.