Gerak IHSG diperkirakan masih akan cenderung terjebak di rentang terbatas di sepanjang sesi perdagangan hari ini, Selasa (12/11).

Mengawakli sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini, Selasa (12/11) di bursa saham utama Asia, pelaku pasar terlihat masih terjebak dalam keraguan yang sebelumnya telah mendera bursa Wall Street. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, gerak indeks Wall Street dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu yang ditutup mixed dan dalam rentang gerak sempit.

Serangkaian sentimen terkini yang hinggap dinilai masih belum mampu  meyakinkan investor. Ketidakpastian dari hasil perundingan dagang AS-China masih menjadi perhatian besar.  Gerak indeks akhirnya sulit lepas dari rentang terbatas.

Pelaku pasar di Asia terlihat sulit untuk lepas dari sentimen keraguan tersebut, dan gerak  indeks di Asia akhirnya juga masih cenderung berada di rentang terbatas.

Hingga sesi perdagangan pagi ini berlangsung, indeks Nikkei (Jepang) menguat tipis 0,14% untuk menjangkau posisi 23.365,16 , sementara indeks ASX200 (Australia) mengalami koreksi teknikal dengan menurun 0,4% untuk berada di posisi 6.745,7. Dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,2% untuk berada di 2.128,33.

Secara kjeseluruhan, pelaku pasar di Asia masih menantikan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang diagendakan akan berbicara dalam forum diskusi ekonomi di New York pada Selasa ini. Investor akan mencermati arah sikap Trump menyangkut hubungan dagang AS-China.

Dengan bekal yang tidak terlalu buruk tersebut, prospek indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan, diyakini akan turut terseret  dalam rentang gerak terbatas.

Tekanan jual masih mungkin berlanjut, namun upaya penguatan juga berpeluang terjadi akibat gerak turun yang telah dibukukan di sesi perdagangan kemarin.