Dalam video yang dirilis pada 22 November lalu, Agnez Mo ditanya soal keberagaman budaya di Indonesia

Penyanyi Agnes Monica atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Agnez Mo membuat gempar. Dia mengaku bukan keturunan darah Indonesia.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh perempuan kelahiran 1 Juli 1986 dalam wawancara bersama presenter Kevan Kenney dalam video YouTube Build Series NYC by Yahoo!.

Melalui unggahan di media sosial, Agnez Mo mengungkapkan bahwa dirinya bermaksud menunjukkan keberagaman yang ada dalam hidupnya.

"Saya tumbuh dalam budaya yang beragam. Inklusi budaya adalah yang saya pilih. Bhineka Tunggal Ika berarti bersatu dalam keberagaman. Saya menyukai ketika saya bisa berbagi sesuatu tentang asal dan negara saya," kata Agnez.

"Saya akan selalu jujur dan berujar kepada dunia bagaimana seorang minoritas seperti saya diberikan kesempatan untuk memiliki dan mengejar mimpi kami," lanjutnya.

Pernyataan Agnez ini datang setelah beberapa hari terakhir para penggemar heboh di media sosial karena wawancaranya dalam acara Build Series.

Dalam video yang dirilis pada 22 November lalu, Agnez ditanya soal keberagaman budaya di Indonesia yang kemudian memengaruhi musik yang ia rilis di Amerika Serikat.

Agnez Mo kemudian mengisahkan banyak keberagaman Indonesia muncul karena banyak budaya yang berbeda-beda pada 18 ribu pulau di dalamnya. Keberagaman itu terlihat, kata Agnez, dari pakaian tradisionalnya hingga urusan musik.

"Musiknya, secara umum, kami memiliki banyak jenis, amat beragam," kata Agnez. "Saya tumbuh dengan itu,"

"Namun lucunya, saya sebenarnya saya tumbuh dengan bernyanyi di gereja sehingga seperti saya punya musik tradisional Indonesia itu tapi di waktu yang sama saya bernyanyi di gereja [dengan genre yang berbeda]," kata Agnez.

Agnez kemudian ditanya soal latar belakang dirinya yang dinilai berbeda dibanding kebanyakan citra orang di Indonesia.

"Sebenarnya saya tidak punya darah Indonesia sama sekali. Saya sebenarnya keturunan Jerman, Jepang, China, saya hanya lahir di Indonesia. Dan saya juga seorang Kristen yang mana di Indonesia mayoritasnya adalah Muslim," kata Agnez.

"Jadi saya selalu merasa seperti, tahulah, saya tidak akan mengatakan bahwa saya merasa bukan bagian dari sana [Indonesia] karena saya selalu merasa masyarakatnya menerima saya apa adanya," lanjut Agnez.

"Namun selalu ada perasaan bahwa saya tidak seperti yang lain. Dan saya pikir itu sungguh mengajarkan saya bagaimana merangkul hal tersebut," katanya.

Pernyataan Agnez Mo itu pun mengundang komentar pedas dari Fadli Zon. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu pun mengibaratkan Agnez Mo, yang mengaku tak berdarah Indonesia, seperti Malin Kundang. Fadli menilai Agnez Mo seperti anak durhaka karena namanya besar dan terkenal di Indonesia.

"Ya makanya, biasanya kayak begitu itu Malin Kundang. Pasti durhaka itu," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Fadli menilai Agnez Mo menampilkan kesan tidak merasa bangga menjadi orang Indonesia. Fadli menuding Agnes Mo berkelit dan tidak mau diasosiasikan sebagai orang Indonesia.

"Saya nggak tahu kok ada artis berpikiran kayak gitu. Harusnya sudah sampai posisi itu dia berpikir, kalau dia agak cerdas sedikit gitu, itu audiens Indonesia itu melihat. Dan dia harusnya basisnya kan publik," ujar Fadli.

"Publik Indonesia kan ratusan juta, harus dibikin bangga. Ini sekarang malah dia mau bikin sebal sebagian besar rakyat Indonesia menurut saya," lanjut dia.

Fadli pun menganggap apa yang dikatakan Agnez Mo sebagai sebuah kebodohan. Ia mengaku tersinggung oleh pernyataan Agnez Mo yang tidak mengakui darah Indonesia-nya.

"Dan itu kan kebodohan, bagi seorang artis mengatakan begitu. Kalau saya sih males ngelihat orang kayak begitu, nggak ada kebanggaan sedikit pun sama orang Indonesia, mendisasosiasi diri, disown gitu ya. Disown, saya melihat itu agak tersinggung sebenernya," ucap Fadli.

Lebih lanjut, Fadli mengatakan masih banyak orang Indonesia yang berhasil di luar negeri dan justru bangga akan identitas Indonesia-nya. Fadli menilai Agnez Mo menganggap Indonesia tidak penting.

"Yang lain ya banyak orang-orang yang berhasil di tingkat internasional malah bangga menjadi orang Indonesia, menjadi bagian dari orang Indonesia, menjadi pride gitu lho bagi Indonesia. Ini kesan saya dia melepehlah Indonesia itu, kayak nggak penting gitu," ujar Fadli.