Gugus tugas ketiga akan menjadi teman diskusi Jokowi sehari-hari.

Presiden Joko Widodo membagi tiga gugus tugas untuk para staf khusus presiden untuk membantu menjalankan tugas periode kedua kepemimpinannya. Staf khusus milenial hanya mendapat tugas menjadi teman diskusi harian Jokowi.

"Jadi kami ingin stafsus presiden bekerja secara efektif. Ada tiga gugus tugas yang nanti akan bekerja bantu perlancar tugas bapak presiden," kata Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/12).

Ari bersama belasan stafsus presiden melakukan rapat dengan Jokowi. Hadir para stafsus Jokowi antara lain, Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Angkie Yudistia, Billy Membrasar, Andi Taufan Garuda Putra, Aminudin Ma'ruf, serta Fadjroel Rahman.

Ari menjelaskan, gugus tugas pertama berkaitan dengan bidang komunikasiha publik. Setidaknya ada tiga stafsus presiden yang akan meladeni wartawan menjawab sejumlah isu.

Mereka yang bertugas pada gugus tugas pertama antara lain Fadjroel Rahman bidang politik dan pemerintahan, Dini Purwono bidang hukum, Arif Budimanta bidang ekonomi, serta Angkie Yudistia bidang sosial.

Kemudian, Ari melanjutkan, gugus kedua berkaitan dengan komunikasi dengan kelompok strategis. Mereka yang mendapat masuk dalam gugus tugas kedua ini antara lain, Sukardi Rinakit, Diaz Hendropriyono, Aminudin Ma'ruf, serta Anggit Nugroho.

Kemudian, untuk gugus tugas ketiga akan menjadi teman diskusi Jokowi sehari-hari. Menurutnya, para stafsus dari kalangan milenial akan memberikan gagasan inovatif sekaligus menjadi jembatan dengan anak muda.

"Jadi dengan demikian semua tugas yang diberikan oleh presiden sangat jelas dan semua sudah menerima baik itu tugas secara individual tapi juga kerja kita lebih bnyak sebagai kerja teamwork," ujarnya.

Ari mengatakan dalam pertemuan tadi Jokowi juga mengingatkan para stafsus untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Jokowi, kata Ari, turut meminta para stafsus menyampaikan laporan secara administrasi maupun substansial mengenai kerja yang dilakukan.

"Apalagi teman-teman muda terbiasa bekerja dengan target apa yang harus dicapai," ujarnya.