Karnaval mobil hias kali ini mengambil tema Flora Kriya Indonesia

Sedari Sabtu menjelang siang, masyarakat Kabupaten Boyolali sudah tumpah ruah di sepanjang jalan protokol Kota Susu. Mereka berjajar di pinggir jalan melawan teriknya matahari. Antusiasme warga menyaksikan agenda spektakuler berupa karnaval mobil hias dan kostum.
 
Diawali atraksi drumband iikuti rombongan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Boyolali, acara bertajuk “#2nd Boyolali Smile of Java Carnival (BSJC)” dimulai. Tercatat sebanyak 48 peserta unjuk gigi di depan masyarakat Boyolali.
 
Dijelaskan Kepala Diskominfo Kabupaten Boyolali, Abdul Rahman bahwa peserta karnaval mobil hias yang memperebutkan hadiah total sebesar Rp 180 juta ini tidak hanya berasal dari wilayah Boyolali saja.
 
"Antusias dan semangat para peserta sangat tinggi. Peserta bukan hanya dari wilayah Kabupaten Boyolali, tetapi ada yang dari Sukoharjo, Semarang dan luar biasa dari Lumajang," ujarnya di sela acara.
 
Agenda tahun kedua setelah tahun 2015 lalu sebagai ajang untuk memperkenalkan Boyolali ke masyarakat luas.
 
"Sesuatu untuk membranding Boyolali. Harapannya Boyolali akan lebih dikenal. Boyolali lebih banyak dikunjungi. Boyolali lebih dinamis," terang Abdul.
 
Karnaval ini mengambil titik start di Boulevard Soekarno, berbelok ke kiri menyusuri Jalan Pandanaran hingga finish di depan Galaxy Swalayan atau timur Pasar Sunggingan. 

Selama rute perjalanan terdapat dua panggung pentas di Monumen Susu Murni depan Pasar Boyolali yang merupakan panggung kehormatan. Sementara panggung kedua di pertigaan Galaxy Swalayan dimana para peserta dipersilahkan menampilkan atraksi selama lima menit.
 
Di depan Monumen Susu Murni, para peserta diwajibkan untuk menampilkan kreatifitas dan pentas di depan Bupati Boyolali, Seno Samodro dan tiga orang juri.
 
"Semoga masyarakat senang dengan melihat hasil seni dan kreatifitas seantero Pulau Jawa," ungkap Bupati Seno singkat.
 
Karnaval mobil hias kali ini mengambil tema Flora Kriya Indonesia. Dimana unsur yang menonjol wajib ada bunga dan turunannya. Bahannya pun bebas, tidak harus dari tumbuhan asli. Dengan batas maksimal empat meter untuk tinggi dan lebar kendaraan. 
 
Belum habis peserta tampil, hujan lumayan deras mengguyu area panggung kehormatan. Hal tersebut tidak menyurutkan peserta untuk tampil termasuk warga yang menyaksikan. Ada yang berpayung ria, adapula yang berhujan-hujanan.