Rilis data terkini menunjukkan terjadinya kontraksi pada aktivitas manufaktur AS.

Mengawali sesi perdagangan bulan tegrakhir tahun ini, sikap pelaku pasar di bursa Wall Street terlihat  jatuh dalam pesimisme menyusul sentimen dari rilis data manufaktur AS. Laporan menyebutkan, dalam sesi perdagangan hari pertama pekan ini, 2 Desember yang baru berakhir  beberapa jam lalu yang harus diwarnai dengan gerak turun curam indeks.

Rilis data manufaktur AS untuk bulan November lalu disebutkan, indeks PMI yang berada di kisaran 48,1. Indeks PMI yang mencerminkan aktivitas industri atau manufaktur itu di posisi tersebut mencermoinkan berlanjutnya kontraksi.  Situasi ini kemudian menghantarkan sikap pesimis pelaku pasar di Wall Street untuk melakukan tekanan jual.

Sekedar catatan, posisi indeks yang berada di bawah 50 merupakan petunjuk terjadinya kontraksi pada aktivitas manufaktur, sementara sebaliknya, posisi di atas 50 menunjukkan terjadinya pertumbuhan.

Kontraksi pada aktivitas manufaktur AS dinilai sebagai cermin kinerja perekonomian yang berada dalam kerantanan.  Oleh karenanya, investor memperoleh momentum untuk mebalik gerakan indeks setelah dalam beberapa waktu sebelumnya konsisten membukukan kenaikan.

Hingga sesi perdagangan ditutup, indeks DJIA runtuh 0,96% untuk terhenti di 27.783,04, sementara indeks S&P 500 terpangkas 0,86% untuk berakhir di 3.113,87, dan indeks Nasdaq yang anjlok 1,12% untuk menutup sesi di 8.567,99.

Dengan sentimen yang suram dari asesi perdagangan wall Street kali ini, sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa, 3 Desember di Asia dan Jakarta diperkirakan akan dengan mudah menuruni tangga koreksi.