IHSG diyakini mendapatkan momentum untuk melakukan koreksi teknikal yang signifikan setelah melakukan lonjakan tajam dalam dua hari sesi perdagangan secara beruntun.

Setelah membukukan lonjakan fantastis di sesi perdagangan awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia diyakini akan dengan mudah untuk berbalik turun curam di sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (3/12).

Sentimen suram dari data aktivitas manufaktur (indeks PMI) AS yang untuk bulan November lalu disebutkan hanya sebesar 48,1 akan menjadi faktor pendorong utama bagi pelaku pasar untuk menghadirkan tekanan jual intens.  Serangkaian laporan sebelumnya menunjukkan, sentimen dari suramnya data indeks PMI tersebut telah meruntuhkan seluruh indeks Wall Street dalam rentang tajam.

Pantauan terkini di sesi perdagangan pagi di Asia juga memperlihatkan, tekanan jual yang mulai hinggap untuk memerosokkan seluruh indeks di Asia di zona merah.  Beralih suramnya sentimen yang sedang hinggap dari AS kali ini, sekaligus menjadi momentum bagi indeks di Asia untuk melakukan koreksi teknikal usai membukukan gerak naik signifikan di beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Hingga ulasan ini disunting, indeks  Nikkei (Jepang) runtuh 0,8% untuk menyisir posisi 23.341,09, sementara indeks ASX 200 (Australia) terpangkas 1,8% untuk menjejak posisi 6.738,5, serta indeks KOSPI (Korea Selatan) yang tergerus 1,01% untuk menjangkau kisaran 2.070,84.

Dengan bekal yang cukup suram tersebut, IHSG di bursa saham Indonesia yang akan membuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan diyakini akan dengan mudah turut terseret. Terlebih di sesi perdagangan kemarin IHSG secara spektakuler dan fantastis membukukan lonjakan hingga 1,96%.