Hingga sesi perdagangan pagi ini di Asia, Selasa (3/12), komoditas Emas masih diperdagangkan di kisaran $1.469 per Ounce.

Sentimen suramnya kinerja aktivitas manufaktur AS nampaknya masih belum memberikan dampak positif bagi harga emas dunia. Laporan terkini menunjukkan, gerak harga  komoditas  strategis dan penting itu yang  masih tak beranjak jauh dari kisaran $1.469,2 per Ounce dalam sesi perdagangan penutupan awal pekan ini.

Sementara pada sesi perdagangan pagi ini di Asia, Selas (3/12), gerak harga komoditas logam bersinar kuning itu justru masih cenderung melemah sekalipun dalam  rentang tipis.  Terkini harga emas bertengger di kisaran $1.469,0 atau melemah 0,01%.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, sentimen suramnya data aktivitas manufaktur AS, di mana di sepanjang November lalu mengalami kontraksi yang ditunjukkan posisi indeks PMI di kisaran 48,1. Posisi tersebut terlihat jauh di bawah ekspektasi pelaku pasar yang ada di kisaran 49,4.

Sentimen tersebut telah mampu mengirimkan indeks Dolar AS menurun hingga kini berada di kisaran 97,86. Namun gerak harga emas justru masih kukuh dan sulit melonjak hingga pagi ini. 

Akibat dari pola gerak harga emas kali ini, kecenderungan melemah yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut yang masih berlanjut. Harga emas dengan demikian belum juga bangkit setelah tiga bulan dalam kecenderungan  melemah.  

Grafik harian terkini berikut memperlihatkan pola gerak harga emas dalam enam bulan terakhir, di mana kecenderungan melemah terlihat masih kukuh bertahan hingga sesi perdagangan pekan ini.