Kata Novel, dari sisi pencegahan pun, selama ini pemerintah juga tak menunjukkan keseriusannya

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Novel Baswedan, menilai upaya pemberantasan korupsi saat ini sedang dalam keadaan yang menyedihkan. Hal ini terlihat dari serangan yang diterima oleh KPK.

"Diserang dari berbagai sisi, KPK dilemahkan, serangan yang dibiarkan dan justru malah terkesan ada kemenangan bagi koruptor," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

Novel mencontohkan dengan sikap Presiden Joko Widodo yang justru tak mau menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang KPK atau Perpu KPK. Sebab, UU KPK yang baru disahkan Oktober 2019 lalu dinilai sebagai upaya melemahkan KPK.

Selain itu, kata Novel, dari sisi pencegahan pun, selama ini pemerintah juga tak menunjukkan keseriusannya. "Kebanyakan tidak berjalan efektif. Harus ada perbaikan sistem," ucap dia.

Namun, perbaikan sistem itu juga tidak akan memberikan efek jika masyarakat itu sendiri tidak memiliki rasa takut terhadap korupsi. Novel mengatakan, mereka justru akan memutar otak dan mencari jalan lain agar tetap bisa melakukan korupsi.

"Penindakan dan pencegahan itu dilakukan dalam rangka orang takut untuk berbuat korupsi dan tidak mau melakukan korupsi," kata Novel.