Iqbal mengklaim penyelidikan kasus air keras Novel ini hanya masalah waktu.

Ada perkembangan baru terkait kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Presiden Joko Widodo tak memberikan tenggat waktu lagi, setelah gagal diungkap hingga tenggat waktu Desember oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.  

"Enggak ada (tenggat waktu dari Presiden Jokowi. Cuma segera. Pak Kapolri segera ungkap kasus ini," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal. Hal itu sampaikan usai Idham menyampaikan laporan penyelidikan kasus air keras Novel yang sudah berjalan lebih dari dua tahun, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/12).

Iqbal mengklaim penyelidikan kasus air keras Novel ini hanya masalah waktu. Seperti yang sudah dirinya sampaikan beberapa waktu lalu, tim teknis sudah menemukan alat bukti dan petunjuk yang signifikan.

"Sore ini saya sampaikan. Ini masalah waktu, dan waktu ini tidak akan berapa lama lagi. Kami sangat optimis untuk segera menyelesaikan kasus ini. Tidak berapa lama lagi," ujarnya.

Meski mengklaim kasus penyiraman air keras ke Novel akan segera terungkap, jenderal polisi bintang dua itu tak bisa memastikan kapan pelaku akan terungkap. Menurutnya, tim teknis akan terus bekerja mengungkap pelaku penyerangan.

"Tidak akan berapa lama lagi, Insyaallah tidak akan sampai berbulan-bulan. Dalam waktu dekat," tuturnya.

Usai menyampaikan laporan penyelidikan kasus Novel ke Jokowi, Idham langsung meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Idham memerintahkan Iqbal untuk berbicara kepada awak media yang sudah menunggu.

Jokowi sebelumnya memberi tenggat waktu kepada Idham untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel sampai awal Desember 2019.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri yang baru, saya beri waktu sampai awal Desember (2019). Saya sampaikan awal Desember," kata Jokowi ketika berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11)

Namun, setelah tenggat waktu yang diberikan itu Polri juga belum berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras ke Novel. Kasus ini sudah berjalan lebih dari dua tahun sejak kejadian, 11 April 2017--saat kepolisian masih dipimpin Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Artinya, sudah dua kapolri gagal mengungkap kasus tersebut.