Selain tiga menteri itu, drama #PrestasiTanpaKorupsi ini juga diramaikan dua pelawak yakni Beddu dan Sogi Indra Dhuaja.

Aksi tiga menteri Kabinet Indonesia Maju saat pentas drama #PrestasiTanpaKorupsi mengundang perhatian. Tiga menteri yang terlibat adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.

Pentas drama dihelat di SMK Negeri 57 Jakarta, Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin, 9 Desember 2019. Presiden Joko Widodo turut hadir dalam acara yang digelar dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia itu.

Selain tiga menteri itu, drama #PrestasiTanpaKorupsi ini juga diramaikan dua pelawak yakni Beddu dan Sogi Indra Dhuaja.

Beddu pun menceritakan keseruan di balik drama tersebut. Dia mengungkapkannya melalui unggahan di Instagram pribadinya, @beddu17.

"Foto di slide 1 ini saya ambil dengan HP saya pribadi saat beliau sedang latihan menghafal naskah, di belakang panggung menyendiri di balik tirai.. saya membayangkan untuk urusan bercanda beliau begitu serius apalagi untuk urusan serius beliau pasti tidak bercanda dan hasilnya kita bisa lihat sendiri dalam gebrakannya sebagai seorang menteri BUMN RI Tidak bercanda," tulis @beddu17.

Beddu mengungkapkan, salah satu dialog yang berkesan adalah saat Wishnutama berkata ke Erick Thohir. Erick Thohir bermain sebagai tukang bakso. Sementara Wishnutama berperan menjadi anak SMA kelas 3.

Wishnutama minta kepada Erick Thohir untuk dibuatkan bakso. "Bang baso satu pake akhlak," kata Wishnutama yang disambut tawa penonton.

Dialog lucu antara Wishnutama dan Erick Thohir itu ternyata merupakan ide dari Beddu. Wishnutama setuju dengan hal tersebut.

"Alhamdulillah pak Tama juga mau memakai ide yang saya berikan “bang bakso Akhlak 1 ! Sehingga saya bisa improve dengan mengatakan pake akhlak boleh tapi jangan pake urat (emotikon)," tulis @beddu17.

Beddu menjelaskan, Wishnutama juga mengajukan ide untuk menambah musik gambang kromong dalam pentas untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia tersebut.

"Mas Wishnutama (pak Wisnutama) begitu datang ke lokasi untuk gladi resik (GR) dengan cepat beliau mengatakan ini kurang musik gambang kromong nih, padahal sudah jam 11 malam dan harus pentas jam 9 pagi, tim kreatif bingung kemana harus mencarinya? Saya mencoba menawarkan bantuan Alhamdulillah solusi di temukan pagi-pagi sudah siap musik gambang kromong," kata Beddu.

Ia juga sempat minta izin kepada Wishnutama sebelum gladi resik untuk memanggilnya dengan namanya singkat. “Tam Tam sini lu lama banget!" ucap Beddu sesuai dialog dalam naskah.

Selain Erick Thohir dan Wishnutama, menteri lain yang bermain dalam pentas itu adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Beddu memuji Nadiem Makarim yang minta diledek saat begitu di atas panggung.

"Pak Nadiem Makariem juga luar biasa beliau lah yang minta untuk diledekin dan diremehkan oleh saya dengan dengan dialog: gue anak orang kaya nih, gue tau lu yang setiap hari ke sekolah naik ojek kan?" kata Beddu.

Beddu juga berterima kasih kepada Sogi Indra Dhuaja yang membantu proses reading dan bloking sehingga membuat para menteri siap dan percaya diri untuk tampil.

Ia mengatakan, "Ini menjadi salah satu best momen dalam hidup gue. Terima kasih pak Jokowi serta Sekretariat Kabinet yang telah melibatkan saya (emotikon) senang rasanya bisa ikut ambil bagian dari program Indonesia maju dalam pencegahan perilaku korup sejak dini di Hari anti Korupsi Kolusi dan nepotisme".     

Untuk diketahui, pagelaran pentas #PrestasiTanpaKorupsi tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sepanjang pementasan, tiga menteri muda ini memberikan sindiran terkait isu-isu yang tengah hangat dibicarakan seperti tentang pencopotan Dirut Garuda Indonesia karena penyelundupan moge Harley dan sepeda Brompton.

Lihat postingan ini di Instagram

Inilah bintang pentas #prestasitanpakorupsi bapak @erickthohir menteri BUMN RI, foto di slide 1 ini saya ambil dengan HP saya pribadi saat beliau sedang latihan menghafal naskah, di belakang panggung menyendiri di balik tirai.. saya membayangkan untuk urusan bercanda beliau begitu serius apalagi untuk urusan serius beliau pasti tidak bercanda dan hasilnya kita bisa lihat sendiri dalam gebrakannya sebagai seorang menteri BUMN RI Tidak bercanda. Padahal malamnya kita sudah GR, latihan dengan bloking, dan pagi sebelum pentaspun beliau masih minta untuk latihan lagi luar biasa, dan saya bersyukur masukan saya kepada beliau untuk menambahkan dialog ‘mana akhlak lu ? dipakai oleh beliau, dan beliau juga lah yg minta di panggil Bang Tohir. selanjutnya mas @wishnutama ( pak Wisnutama ) begitu datang ke lokasi untuk GR dengan cepat beliau mengatakan ini kurang music gambang kromong nih, padahal sudah jam 11 malam dan harus pentas jam 9 pagi, tim kreatif bingung kemana Harus mencarinya? Saya mencoba menawarkan bantuan Alhamdulillah solusi di temukan pagi2 sudah siap musik gambang kromong, dan Saya sudah izin sebelum GR dan pentas kalo saya akan panggil namanya dengan singkat “Tam Tam sini Luh lama banget ! Karena itu ada di naskah, dan Alhamdulillah pak tama juga mau memakai ide yang saya berikan “bang bakso Akhlak 1 ! Sehingga saya bisa improve dengan mengatakan pake akhlak boleh tapi jangan pake urat???? , pak nadiem makariem juga luar biasa beliau lah yang minta untuk di ledekin dan di remehkan oleh saya dengan dialog “ gue anak orang kaya nih, gW tau lu yang setiap hari ke sekolah naik ojek kan?? Dan @sisogi juga sangat membantu pada saat proses reading dan bloking sehingga membuat para menteri siap dan percaya diri untuk tampil . Dan ini menjadi salah satu best momen dalam hidup gW. Terima kasih pak @jokowi serta @sekretariat.kabinet yang telah melibatkan saya ???????????? senang rasanya bisa ikut ambil bagian dari program Indonesia maju dalam pencegahan perilaku korup sejak dini. Di Hari anti Korupsi Kolusi dan nepotisme.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Beddu Tohar (@beddu17) pada