Total hibah pada anggaran induk sebanyak 825 penerima, sebesar 30 miliar lebih

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Bagian Kesra Setda Buleleng melaksanakan Sosialisasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah sarana dan prasarana tempat peribadatan, hal ini terungkap saat Kabag Kesra Setda Buleleng Made Suriani, S.Sos didampingi Kasubag Pemberdayaan Sosial Kemasyarakatan Setda Buleleng Gede Mangku Mertayasa membuka acara tersebut di Wantilan Praja Winangun Kantor Bupati, Senin.

Ditemui usai sosialisasi, Kabag Suriani menjelaskan, pihak Kesra dengan tupoksinya sebagai fasilitator dana hibah, bertugas membantu LPJ masing-masing kelompok penerima agar laporan tersebut benar sesuai peraturan dan peruntukannya. 

"Total hibah pada anggaran induk sebanyak 825 penerima, sebesar 30 miliar lebih ," ungkap Kabag Suriani.

Lebih lanjut, Kabag Suriani memberikan tenggang waktu sampai tanggal 25 Desember 2019, karena pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali akan turun awal Januari 2020 untuk pemeriksaan dan pengambilan data awal.

"Dalam pembuatan LPJ hibah harus sesuai batas waktu laporan, sehingga tidak ditemui permasalahannya kedepan," harap Kabag Suriani.

Sementara itu Kasubag Pemberdayaan Sosial Kemasyarakatan Gede Mangku Mertayasa, menjelaskan total 825 penerima hibah tahun 2019, baru 50 % yang menyelesaikan laporannya padahal dananya sudah cair.

" Para penerima agar segera membuat LPJ dan jika ada yang belum dimengerti agar dikonsultasikan ke Bagian Kesra, "jelas Mangku Mertayasa.

Secara teknis, menurut Mangku Mertayasa, LPJ dibuat harus sesuai rencana anggaran dan biaya (RAB) dan realisasi kegiatan, dari sisi dokumentasi dan administrasi jangan sampai ada yg fiktif, karena akan berurusan dengan hukum.

Mangku mertayasa juga menambahkan, jika sampai batas waktu ditentukan tidak membuat LPJ makan pihaknya akan mem-blacklist kelompok penerima tersebut sampai 5 tahun kedepan dan harus mengembalikan dana hibah tersebut.

Untuk diketahui, sosialisasi LPJ dana hibah diikuti oleh 48 penerima, dari Kecamatan Buleleng dan Sukasada, untuk kecamatan lain dibagi dalam 3 tahap sesuai kedekatan jarak wilayahnya.