Hingga kini harga emas terlihat masih betah di kisaran $1.468,5 per Ounce.

Trump-China Belum Juga Perang Terbuka, Harga Emas Turut Lemas

Hasil perundingan dagang AS-China akhirnya semakin menyita perhatian pelaku pasar menjelang mulai efektifnya penaikkan tarif msuk yang akan diberlakukan Washington pada 15 Desember depan.  Investior secara keseluruhan kini berharap agar AS dan China mampu menyegel kesepakatan dagang parsial atau setidaknya menunda pemberlakuan penaikkan tarif masuk tersebut guna menghindarkan perang dagang lebih memanas di antara kedua negara.

Namun serangkaian perkembangan terkini yang hadir terlihat belum menunjukkan tanda-tanda Presiden Trump untuk membatalkan penaikkan tarif tersebut. Situasi tersebut kemudian berpadu dengan sikap investor yang menantikan kepastian dari Bank Sentral AS, The Fed  untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan para pimpinannya pekan ini.,

Gerak harga komoditas Emas akhirnya turut terjebak dalam keraguan dalam menjalani sesi perdagangan Selasa (10/12). Harga komoditas logam bersinar kuning itu ditutup di kisaran $1.468,1 per Ounce dalam sesi penutupan beberapa jam lalu.

Sementara di sesi perdagangan pagi ini di Asia, Rabu (11/12), harga komoditas strategis itu bertengger di kisaran $1.468,5 per Ounce atau menguat sangat tipis 0,03%.

Gerak naik tajam harga emas, kini nampaknya menunggu terjadinya perang dagang yang memanas antara AS dan China. Di mana bila perang dagang semakin parah, kinerja perekonomian global diyakini akan terganggu dengan serius dan investor akan memburu logam Emas untuk menyelamatkan dan mengamankan aset serta nilai investasinya.