Rakor satu data kependudukan Provinsi Gorontalo dalam rangka persiapan pelaksanaan SP2020 diikuti oleh 280 peserta

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim meminta seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Pendududuk tahun 2020 (SP2020).

Hal itu dikatakannya saat membuka rapat koordinasi satu data kependudukan dalam rangka persiapan pelaksanaan SP2020 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo di Hotel Maqna, Kota Gorontalo, Kamis.

“Saya minta kepada seluruh bupati dan wali kota, serta seluruh masyarakat untuk mendukung dan memastikan SP2020 nanti sukses dilakukan di masing-masing wilayahnya. Kepada BPS baik tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk selalu berkoordinasi dan berkolaborasi agar pelaksanaan SP2020 nanti dapat menghasilkan data kependudukan yang akurat,” kata Idris Rahim.

Idris menegaskan, data yang dihasilkan melalui SP2020 sangat penting untuk suksesnya kegiatan pembangunan. Menurutnya, data yang akurat dibutuhkan dalam berbagai tahapan kegiatan pembangunan, mulai dari perencanaan, monitoring, pelaksanaan, dan evaluasi, yang kesemuanya mutlak memerlukan data yang akurat.

“Beberapa waktu yang lalu bapak Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kesimpangsiuran sejumlah data dari berbagai kementerian dan lembaga yang menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya pelaksanaan kebijakan pemerintah, ini  menjadi pekerjaan rumah besar bersama bagi kita. Tanpa data yang akurat, keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai,” tegasnya.

SP2020 menjadi sensus penduduk pertama di Indonesia yang memanfaatkan data registrasi penduduk dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.  

Selain itu, SP2020 juga dilaksanakan secara daring atau dalam jaringan.  

Pelaksanaan SP2020 secara daring akan dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2020, serta kedatangan petugas sensus ke rumah-rumah warga khusus bagi warga yang belum menggunakan  yang akan dilaksanakan pada Juli 2020.

“Kolaborasi antara BPS dan Dukcapil menjadi sangat penting, mengingat SP2020 ini untuk pertamanya kalinya menggunakan basis data kependudukan dari Dukcapil,” tandas Idris.

Rakor satu data kependudukan Provinsi Gorontalo dalam rangka persiapan pelaksanaan SP2020 diikuti oleh 280 peserta yang terdiri dari BPS provinsi dan kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo, Dinas Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota, serta instansi terkait lainnya.