Dengan adanya kecamatan STBM di Musuk ini, resiko masyarakat terhadap penularan penyakit menular sudah terkendali 40 persen

Seiiring dengan telah dicanangkan Kabupaten Boyolali sebagai kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) melalui pilar pertama pada Tahun 2017 yang lalu, kini Kecamatan Musuk mewujudkan STBM. 

Pada Rabu bertempat di Rumah Joglo Desa/Kecamatan setempat dideklarasikan Musuk sebagai kecamatan yang telah menerapkan lima pilar STBM.

Kelima indikator pilar STMB tersebut yakni pilar pertama Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS); pilar kedua yakni Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); dan pilar ketiga yakni Pengelolaan Air Minum-Makanan Rumah Tangga (PAMM RT).

Sementara pilar keempat Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS RT) dan pilar terakhir yakni Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC RT).

Diterangkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri Survivalina, dengan adanya deklarasi lima pilar STBM ini, sudah menjalankan apa yang diharapkan dari program kesehatan lingkungan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Ini merupakan deklarasi satu-satunya yang pertama di Indonesia. Jadi Musuk luar biasa sekali sudah menyelesaikan hingga lima pilar artinya langsung melejit mengalahkan seluruh kecamatan lain,” ungkap Lina.

Menurutnya, melalui pelaksanaan lima pilar STBM, masyarakat mampu memberikan pencegahan terhadap penularan penyakit sebesar 40 persen.

“Dengan adanya kecamatan STBM di Musuk ini, resiko masyarakat terhadap penularan penyakit menular sudah terkendali 40 persen,” ujarnya.

Anggota Nasional Management Consultan, Suharno mengungkapkan rasa bangganya karena Kecamatan Musuk merupakan satu-satunya kecamatan di Indonesia yang mampu mendeklarasikan diri telah memenuhi lima pilar STBM.

“Mudah-mudahan menjadi pendorong tidak hanya Kecamatan Musuk tetapi seluruh kecamatan di Kabupaten Boyolali,” katanya singkat.