Dugaan nilai korupsi di tubuh Jiwasraya mencapai Rp 13,7 triliun.

Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya memasuki babak baru. Mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Agung, Selasa, (14/1/2020). Dugaan nilai korupsi di tubuh Jiwasraya mencapai Rp 13,7 triliun.

Hary tidak sendiri. Kejaksaan menetapkan Hary sebagai tersangka bersama dua orang lainnya, yakni Benny Tjokro dan Heru Hidayat. Ketiganya keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada pukul 17.30 WIB dan mengenakan baju tahanan merah muda. Sebelum ditahan, Hary sempat dicekal tak boleh bepergian ke luar negeri.

Hary Prasetyo merupakan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya yang telah menjabat sejak 2008. Pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, ini lalu kembali ditunjuk menempati posisi yang sama pada 2013.

Hary menyandang jabatan Direktur Keuangan Jiwasraya hingga 2018. Selain menjadi petinggi perusahaan asuransi pelat merah, Hary sempat menjadi anak buah Kepala KSP Moeldoko, mengisi posisi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP).

Dalam masa akhir jabatannya di Jiwasraya, yakni Maret 2018, Hary menyampaikan laporan harta kekayaan penyelenggara negara atau LHKPN kepada Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK. Kala itu total harta kekayaannya mencapai Rp 37,9 miliar.

Harta Hary Prasetyo terdiri atas kepemilikan tanah dan bangunan di Tangerang Selatan senilai Rp 1 miliar. Ia juga memiliki kendaraan senilai Rp 7,1 miliar yang terdiri atas mobil mewah merek Alphard, Porsche Macan, Jeep Mercy dan dua Mercy Mercedes Benz lain dengan tipe berbeda.

Ia juga mempunyai mobil merek Toyota FJ Cruiser. Dalam laporan yang sama, Hary mengoleksi tiga motor gede atau moge.

Selain itu, Hary juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 1,1 miliar; surat berharga Rp 15,2 miliar, serta kas dan setara kas dengan jumlah Rp 5,5 miliar. Adapun harta lainnya tercatat Rp 8 miliar.

Selain memiliki harta kekayaan puluhan miliar rupiah, mantan bos Jiwasraya ini ternyata juga tercatat masih memiliki utang. Total utang dia per Maret 2018 sebesar Rp 323 juta.