Dalam upaya memberantas mafia migas tersebut, Ahok kemudian ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina

Setelah kurang-lebih tiga bulan menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai beraksi. Ahok seperti ingin menunjukkan taringnya dengan membuka akses informasi pengadaan impor minyak mentah, LPG, BBM, hingga charter (penyewaan) kapal Pertamina. Ahok menginginkan segala informasi terkait hal tersebut dibuka untuk publik.

"Mulai hari ini, akses informasi operasional PT Pertamina (Persero) terkait pengadaan crude (minyak mentah), LPG, dan BBM termasuk status kapal charter sudah dapat diakses melalui website resmi perseroan," cuit Ahok melalui akun twitter resminya, @basuki_btp pada Rabu (12/2/2020).

Dijabarkan Ahok, informasi terkait pengadaan minyak mentah (crude) dapat diakses melalui link https://pertamina.com/id/news-room/crude-and-products-procurement. Sementara untuk informasi kapal charter dapat dibuka di situs https://pertamina.com/id/informasi-kapal.  

"Dengan keterbukaan informasi ini kami berharap mendapatkan masukan dan saran terbaik dari publik," tambah mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi kerap mengutarakan akan ‘menggigit’ mafia migas karena ditengarai menjadi biang kerok derasnya impor minyak mentah maupun BBM ke dalam negeri. Lalu, dalam upaya memberantas mafia migas tersebut, Ahok kemudian ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina pada 25 November 2019.

Sementara menurut Menteri BUMN Erick Thohir, Ahok merupakan seorang pendobrak yang dibutuhkan Pertamina. Kini, dengan dibukanya segala kegiatan impor dan penyewaan kapal Pertamina ke publik, Ahok secara langsung telah menabuh genderang perang melawan mafia migas. Dengan kata lain, Ahok telah resmi memulai perang menghadapi mafia migas.