Seluruh indeks Wall Street tercatat jatuh di zona koreksi terbatas di sesi perdagangan Kamis (13/2) yang baru berakhir beberapa jam lalu.

Sentimen persebaran wabah penyakit mematikan akibat infeksi Coronavirus nampaknya benar-benar akan berlangsung dalam waktu lebih panjang. Laporan suram dan mengejutkan yang datang dari China sebelumnya menyebutkan, jumlah korban tewas dan angka kasus infeksi yang meroket semakin menjulang.

Kabar tersebut dengan cepat memantik aksi panik pelaku pasar untuk menjungkalkan indeks Wall Street di zona merah. Namun kepanikan pelaku pasar terlihat mereda setelah badan kesehatan dunia di bawah payung PBB, WHO menyatakan bahwa jumlah tambahan kasus yang semakin meroket tersebut mungkin saja bukan dalam satu hari mengingat otoritas China memberlakukan metode baru.

Pernyataan WHO (World Health Organisation) tersebut kemudian dengan mudah meredakan kepanikan pasar hingga membuat indeks Wall Street mampu bealih ke zona positif.  Namun sentimen kurang menguntungkan disebutkan datang dari Bank sentral AS, The Fed, sehingga kemudian gerak indeks Wall Street kembali beralih ke zona merah hingga penutupan sesi perdagangan Kamis (13/2) yang baru berakhir beberapa jam lalu itu.

Indeks DJIA melemah  0,43% untuk menyisir posisi 29.423,31, sementara indeks S&P 500 terkikis 0,16% untuk berakhir di 3.373,94, serta indeks Nasdaq yang menurun moderat 0,14% untuk terhenti di 9.711,97.

Serangkaian sentimen terkini yang hinggap di sesi perdagangan kali ini terlihat telah berhasil menghantarkan sikap pelaku pasar dalam ketidakpastian. Situasi serupa juga diperkirakan akan menghadirkan sikap ragu pelaku pasar di Asia dalam menjalani sesi perdagangan akhir pekan ini.