Harga Emas masih berpotensi besar untuk segera menembus level psikologisnya di kisaran $1.600 per Ounce.

Sentimen  suram dari persebaran wabah penyakit akibat infeksi Coronavirus akhirnya kembali membalik gerak harga Emas ntuk melonjak tajam. Laporan terkini menunjukkan, komoditas logam strategis yang diperdagangkan di kisaran $1.580 per Ounce atau kembali semakin dekat dengan level psikologis pentingnya di kisaran $1.600 per Ounce.

Laporan terkini dari otoritas China sebelumnya menunjukkan jumlah korban tewas dan juga angka kasus infeksi yang justru semakin meroket hingga memantik kepanikan pelaku pasar bahwa ganasnya Coronavirus masih jauh dari akhir.

Sekalipun badan kesehatan dunia di bawah payung PBB, WHO sebelumnya mencoba meredakan pasar dengan mengklaim bahwa metodologi yang dipakai otoritas China yang telah berubah, namun sikap pesimis terlihat sulit untuk dihindarkan.  Mandeknya kinerja perekonomian China dalam taraf sangat signifikan, tentu akan berimbas pada kinerja perekonomian global, dan investor perlu mengantisipasi dengan cepat dengan memburu komoditas strategis seperti Emas guna mengamankan nilai dan aset investasinya.

Gerak naik harga emas akhirnya terjadi dan kini sekaligus langsung semakin mendekati level psikologis yang telah sangat lama dinantikan di kisaran $1.600 per Ounce.  Laporan terkini dari sesi perdagangan pagi  akhir pekan ini di Asia, Jumat (14/2),  juga masih memperlihatkan gerak naik yang berlanjut meski dalam taraf moderat.

Harga Emas terlihat bertengger di kisaran $1.580,2 per Ounce di sesi pagi ini di Asia, dengan kecenderungan menguat lebih lanjut.