I Gusti Ayu Bintang Darmawati direkomendasikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. Megawati ingin ada perwakilan orang Bali dalam kabinet Jokowi

Meski mengaku bahwa perempuan dan anak 'bukan passion-nya', toh kenyataannya I Gusti Ayu Bintang Darmawati saat ini menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Kabinet Indonesia Maju Presiden-Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dari pernyataannya tersebut, bisa diartikan bahwa Presiden Jokowi sudah 'memaksa' perempuan kelahiran Bali 24 November 1969 ini mengurusi hal yang tak membuat dirinya bergairah dari apa yang sesungguhnya dia cintai, yakni bidang ekonomi dan pembangunan. 

Akan tetapi, karena dirinya sudah didaulat oleh orang nomor satu di negeri ini untuk membantunya mengurus perempuan dan anak, maka I Gusti Ayu Bintang Darmawati tak boleh mengelak. Dia harus berada di barisan paling depan mengadvokasi kaumnya dan anak.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati mulai menjabat pada 23 Oktober 2029, dan--kalau tidak diganti di tengah jalan-- akan bekerja hingga tahun 2024. 

Meski menyadari betul bahwa dia kurang pengalaman di bidang perempuan dan anak, namun I Gusti Ayu Bintang Darmawati menegaskan pada dirinya sendiri, "Tidak ada istilah tidak mungkin dan tidak ada istilah tidak bisa." 

I Gusti Ayu Bintang Darmawati adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pemenang Pileg 2019 yang mendapat kursi terbanyak di Kabinet Indonesia Maju. 

Sekretaris DPD PDIP Bali I Gusti Ngurah Jayanegara mengatakan I Gusti Ayu Bintang Darmawati direkomendasikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. Megawati ingin ada perwakilan orang Bali dalam kabinet Jokowi.

Pernyataan ini secara tidak langsung membuktikan penunjukan Gusti Ayu memang bukan karena kapasitasnya. Suaminya, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, juga politikus PDIP. Dia bukan sembarang kader. Gede Ngurah Puspayoga adalah Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah era Kabinet Kerja (2014-2019), juga pernah menjabat Wali Kota Denpasar. 

Karier I Gusti Ayu Bintang Darmawati memang banyak dihabiskan di dunia ekonomi. Saat suaminya menjabat menteri, misalnya, Gusti Ayu menjabat Ketua Bidang Manajemen Usaha di Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). 

Sebelum dilantik jadi menteri, dia berstatus ASN di Sekretariat Daerah Kota Denpasar, asisten II, yang membidangi ekonomi dan pembangunan. Dengan bekal pengalaman itulah I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengatakan akan fokus mengembangkan kemampuan wirausaha perempuan selama menjabat Menteri PPPA. 

"Kalau soal kewirausahaan, otak saya sudah mulai jalan, nih," ujar I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam pertemuan pertama dengan sejumlah staf Kementerian PPPA, Rabu (23/10/2019). 

Selain di bidang ekonomi, I Gusti Ayu Bintang Darmawati sebenarnya punya pengalaman sebagai penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM. Masalahnya, Dharma Wanita belum bisa melepaskan diri dari citra domestifikasi dan depolitisasi perempuan. Isu-isu yang sensitif dan aktual seperti kekerasan terhadap perempuan tak pernah mereka advokasi secara serius.

Kualitas Diragukan Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin menilai dipilihnya I Gusti Ayu Bintang Darmawati karena Jokowi melihat isu perempuan masih sebatas masalah ekonomi. 

"Kalau kami kan biasanya mengecek rekam jejaknya sebelum dia dipilih jadi menteri. Kalau saya lihat, kan, dia sempat jadi atlet dan sempat di dharma wanita, serta fokus di wirausaha," ujar Mariana. 

"Jadi saya lihat, Pak Jokowi ini lebih melihat fungsi KPPPA lebih ke ekonomi, keluarga, di mana perempuan itu menjadi agen ekonomi." 

Sementara untuk perempuan kelahiran Bali pada 24 November 1968 itu sendiri, Mariana belum mau memberikan penilaian lebih jauh. "Kami lihat dulu menteri yang baru ini, apakah ia sebetulnya punya wawasan yang cukup untuk menjalankan lembaga pemberdayaan perempuan ini." 

Ia hanya berharap I Gusti Ayu Bintang Darmawati 'mengembalikan fungsi-fungsi kementerian ini, alasan lahirnya kementerian ini.' Sebab, menurutnya, Kementerian PPPA yang lalu lebih fokus mengadvokasi anak. 

"Padahal mandatnya itu perempuannya dulu yang diutamakan, mulai dari diberdayakan, hak-hak individunya dipenuhi," ujar Mariana. 

Mantan Isteri Menteri yang Gemar Tenis Meja 

I Gusti Ayu Bintang Darmawati Bersama Keluarga

Anna Margret, Ketua Cakra Wikara Indonesia, perkumpulan peneliti yang menekuni kajian sosial-politik dengan perspektif gender, mengatakan dipilihnya I Gusti Ayu Bintang Darmawati "hanya mengulang gestur Jokowi pada 2014 ketika menaruh Ibu Yohana dari Indonesia Timur." 

"Apa yang bisa direfleksikan? Ya, ada penerapan prinsip inklusivitas, namun sayang sekali tatarannya berhenti di simbolik," katanya. 

Disebut simbolik karena Yohana tidak ideal jadi Menteri PPPA yang semestinya mampu memahami "isu riil di akar rumput terkait perempuan, seperti isu kekerasan, kematian ibu dan anak."

Ada yang Lebih Kompeten Anna mempertanyakan kenapa Jokowi malah memilih orang yang tak memiliki rekam jejak mengadvokasi isu perempuan. Faktanya, kata dia, banyak yang lebih kompeten dari I Gusti Ayu Bintang Darmawati, misalnya Eva Kusuma Sundari dan Rieke Diah Pitaloka yang sebetulnya sama-sama politikus dari PDIP. 

"Siapa yang tidak tahu Eva Sundari di gerakan perempuan? Semua tahu. Tetapi pertanyaan besarnya, kenapa Jokowi tidak memilih itu?" tanyanya, retoris.

Dalam pernyataannya ke sebuah media di Jakarta, Jumat (25/10/2019) silam, Eva Kusuma Sundari sendiri mengatakan meski "tidak banyak bicara soal isu perempuan," namun karena punya latar belakang dosen dan pernah bekerja di kementerian membantu suaminya, 

I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang jebolan Universitas Udayana itu "akan membawa banyak perubahan positif." "Beliau juga punya empati terhadap subordinasi perempuan karena beliau dari Bali, dan Bali kencang sekali tradisionalnya (budaya patriarki)," sambung Eva. 

"Dan yang paling penting mudah-mudahan beliau mendapatkan back up system yang cukup."

Bahasan lain tentang I Gusti Ayu Bintang Darmawati, sosoknya baru muncul pada detik-detik akhir jelang pengumuman kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Seperti diketahui I Gusti Ayu Bintang Darmawati dipercaya menjabat Menteri PPPA menggantikan Yohana Susana Yembise.

Sebelum dilantik menjadi menteri, I Gusti Ayu Bintang Darmawati merupakan ASN di Sekretariat Daerah Kota Denpasar dan menjabat sebagai asisten II yang membidangi ekonomi dan pembangunan.

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, I Gusti Ayu Bintang Darmawati juga pernah menjabat sebagai penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM. Dia juga tercatat sebagai Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Ketua Bidang II Penggerak PKK serta Ketua Bidang Peningkatan Kualitas Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE).

Hal menarik lain yang bisa ditemukan di dalam diri I Gusti Ayu Bintang Darmawati adalah bahwa dia juga dikenal sebagai sosok olahragawati di kalangan OASE atau perkumpulan istri menteri kabinet kerja jilid I. I Gusti Ayu Bintang Darmawati ternyata jago bermain tenis meja.

Meski memiliki segudang kesibukan, hobinya bermain bola pingpong tak bisa ditinggalkan. Hal tersebut bisa jadi disebabkan oleh I Gusti Ayu Bintang Darmawati pernah menjadi atlet tenis meja andalan Denpasar, Bali.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati pernah menjuarai Kejuaraan Tenis Meja PB Perwosi di GOR Sumantri Brojonegoro, Jakarta pada Oktober 2010. Menurut I Gusti Ayu Bintang Darmawati, tenis meja disukai karena cabang olahraga ini tidak memerlukan tempat khusus dan bisa dimainkan oleh berbagai kalangan tanpa batasan usia. Bisa dimainkan kapan saja tanpa khawatir cuaca buruk.

Saking cintanya pada tenis meja, Bintang dipercaya menjadi Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Bali periode 2015-2019.

Ia juga merintis kejuaraan tenis meja antar PKK Banjar se-Kota Denpasar pada 2002. Tujuannya untuk menjaring bibit-bibit andal cabang olah raga ini. Kini even tersebut menjadi agenda tahunan PTMSI Provinsi Bali.