Terminologi ini tidak bisa terpisahkan dari sejarah panjang pemerintahan masa lalu

Gending Rojo Manggolo dan  Mocopat Panembrono hasil Workshop Kegiatan Muhibah  Budaya Mataraman Yogyakarta di Kabupaten  Purworejo Provinsi Jawa Tengah  sambut kedatangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  yang didampingi GKR Mangkubumi di Pendopo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah .

Dalam sambutan selamat datangnya Bupati Purworejo, Jawa Tengah KRT.Tjakranegara Agus Bastian.SE  selain mengucapkan Sugeng Rawuh kepada rombongan Gubernur DIY juga menyampaikan bahwa kata Yogyakarta  menyiratkan catatan sejarah bagi warga masyarakat Purworejo. Hal tersebut dikarenakan  masyarakat Bagelen Purworejo merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Mataram Yogyakarta atau yang sering disebut Dulangmas atau Kedu , Magelang, dan Banyumas). Karenanya terminologi ini tidak bisa terpisahkan dari sejarah panjang pemerintahan masa lalu .

Bukti bagian dari Kerajaan Mataram tersebut tandas Bupati Purworejo, adalah fakta bahwa istri Raja Mataram  waktu itu memberikan penghargaan berupa pembangunan Masjid Santren  yang berlokasi di Bagelen yang sampai sekarang  masih kokoh berdiri dan tetap terawat dengan baik. Saat ini masjid tersebut digunakan untuk kegiatan masyarakat dan merupakan bagian dari penanda kegiatan keagamaan masyarakat  Purworejo.

Sehubungan dengan hal tersebut KRT. Tjakranegara Agus Bastian. SE menaruh harapan bahwa agenda-seperti Muhibah Budaya tersebut akan tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang. Diharapkan hal tersebut dapat mempererat tali silaturahim dan kerjasama antara DIY dengan Kabupaten Purworejo.

Muhibah Budaya Mataraman Yogyakarta di Kabupaten Purworejo ini bertepatan dengan  hari jadi Kabupaten yang ke -189 sehingga momen tersebut memberi banyak manfaat. Dalam rangkaian kegiatan muhibah ada banyak ilmu dan informasi yang bisa dipelajari  khususnya bagi generasi muda kita.

Menyinggung telah beroperasinya Bandara YIA di Temon Kulonprogo, Bupati Purworejo menyambut baik dan dampaknya sagat dirasakan oleh masyarakat Purworejo yaitu meningkatnya pertumbuhan ekonomi warga Purworejo. Hal ini bisa dilihat dari dibukanya obyek-obyek wisata baru, dikembangkannya seni budaya dan wisata kuliner sehingga harapannya Kabupaten Purworejo akan menjadi destinasi  wisata kedua setelah Yogyakarta.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  dalam sambutannya pada malam Muhibah Budaya Mataraman Yogyakarta tersebut . Sambutan Gubernur memaparkan tentang lembar sejarah yang di sana terentang benang merah sebagai gambaran hubungan Yogyakarta dengan Purworejo.

Pada perang Diponegoro     tandas Sultan, wilayah Purworejo merupakan basis melawan Belanda , bahkan Wilayah Dulangmas  terkenal dengan kawasan militer yang tangguh dibawah Panglima  termuda usia  17 tahun , Senthot Alibasyah Prawirodirjdjo.    Dimasa revolusi pun, kawasan  ini terkenal sebagai basis perjuangan  Tentara Rakyat Indonesia . "  Jika kawasan segitiga Dulangmas bertaut dengan kawasan segitiga pertumbuhan  Ekonomi Joglosemar, bayangan saya  akan terbentuk suatu Kawasan Pertahanan Budaya yang tangguh " tandas Sultan.