6 bulan sekali bisa memanen daun kayu putih

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat  mengembangkan budi daya tanaman kayu putih  dan pengolahan minyak kayu putih disamping  usaha  utama produksi kayu dan getah pinus.  Minyak kayu putih diproduksi dari penyulingan daun tanaman kayu putih yang sudah ditanam sebelumnya melibatkan masyarakat.

Tanaman kayu putih menjadi berkah tersendiri bagi petani penggarap lahan kawasan Perhutani karena petani bisa memanen daun kayu putih yang kemudian dijual ke Perhutani untuk diproses menjadi minyak kayu putih.

Menurut Administratur KPH Banyumas Barat melalui KSS Produksi Sulistyoadi luas areal tanaman kayu se KPH Banyumas Barat seluas 1004,90 ha dengan jumlah tanaman sebanyak 618.769 pohon yang tersebar di BKPH Rawa Barat, BKPH Rawa Timur, BKPH Sidareja dan BKPH Kawunganten. Tanaman kayu putih terbanyak di BKPH Rawa Timur yaitu seluas 785,30 ha dengan jumlah tanaman sebanyak 552.247 pohon.

“Untuk tahun 2020 ini KPH Banyumas Barat mempunyai target produksi daun kayu putih sebanyak 1.400.000 kg yang untuk minyak kayu putih sebanyak  9.244 kg, ” ujarnya.

Tasjo salah seorang pesanggem di RPH Cilacap BKPH Rawa Timur mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa ikut menanam kayu putih dilahan garapannya.

“Setiap 6 bulan sekali bisa memanen daun kayu putih sebagai tambahan pendapatan selain hasil panen palawija”.