Padahal, rekam jejak KPK selama ini dikenal cepat dalam menemukan pelaku korupsi yang melarikan diri.

Ada usulan pedas terhadap KPK jilid V di bawah pimpinan Firli Bahuri. Ketimbang sibuk mengurusi perkara korupsi yang tak ada hasilnya, pimpinan KPK diusulkan fokus membantu pemerintah menanggulangi virus corona.

“Jika sejumlah pihak lain berkomitmen memotong gajinya sebesar 30 persen atau 50 persen untuk berkontribusi, kami mengusulkan pimpinan KPK sebaiknya memberikan 100 persen gajinya,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz dalam keterangannya, Rabu (25/3/2020).

ICW menilai, tiga bulan setelah dilantik, kinerja KPK patut dipertanyakan. Indikatornya, operasi tangkap tangan (OTT) kini tidak ada lagi. Firli Cs dinilai tidak konsisten dalam upaya pemberantasan korupsi. Buktinya, sudah dua bulan lebih buron eks caleg PDIP Harun Masiku dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi masih belum ditemukan.

Padahal, rekam jejak KPK selama ini dikenal cepat dalam menemukan pelaku korupsi yang melarikan diri. Sebagai contoh, mantan bendahara Partai Demokrat M Nazarudin dalam waktu 77 hari dapat ditangkap KPK di Kolombia.

Sementara dalam catatan ICW, hingga kini KPK di bawah Firli baru melakukan dua kali tangkap tangan, yakni melibatkan Komisioner KPU RI dan Bupati Sidoarjo. Itu pun, kedua perkara tersebut bukan murni hasil kerja keras Firli Cs. Pasalnya, penyidikan kedua kasus itu sudah ada sejak era Agus Rahardjo.

“Gertak Firli terhadap pihak yang melakukan korupsi dana bencana terancam dihukum mati justru dicibir publik. Sehingga usul kami sebaiknya 100 persen gaji mereka dipotong saja agar tidak jadi penyakit,” pungkas Donal.