Bursa Wall Street tercatat masih mencoba bertahan dengan sikap optimis hingga sesi perdagangan Rabu (25/3) ditutup beberapa jam lalu.

Jalannya sesi perdagangan saham pertengahan pekan ini di bursa Wall Street, Rabu (25/3), terlihat masih diwarnai upaya pelaku pasar untuk bertahan di zona positif di tengah masih berlangsungnya proses  persetujuan bagi paket stimulus yang diajukan pemerintahan Presiden Donald Trump di Senat AS.

Laporan menyebutkan, pihak senat AS yang masih menemui sejumlah perbedaan menyangkut banyak hal terutama pada syarat yang perlu dipenuhi  oleh perusahaan  yang akan mendapatkan guyuran bantuan keuangan dari paket stimulus.

Sejumlah perbedaan pendapat di kalangan senat tersebut akhirnya menahan aksi akumulasi lebih jauh investor di bursa Wall Street. Gerak naik indeks akhirnya cenderung tertahan dan bahkan pada indeks Nasdaq, gerak turun menjadi pilihan yang sulit dihindari.

Sekedar catatan, Pemerintahan Trump yang sebelumnya mengajukan usulan paket stimulus hingga senilai $2 triliun (setara Rp33.000 triliun) guna menanggulangi imbas pukulan persebaran wabah Coronavirus terhadap kinerja perekonomian AS.

Sikap optimis investor secara keseluruhan masih mampu bertahan hingga sesi perdagangan ditutup beberapa jam lalu. Indeks DJIA menutup sesi dengan melonjak tajam 2,39% untuk berakhir di 21.200,55, sementara indeks S&P 500 menanjak 1,15% untuk terhenti di 2.475,56, dan indeks Nasdaq yang terpeleset turun 0,45% untuk singgah di 7.384,29.

Dengan bekal yang masih belum beralih muram ini, sesi perdagangan saham di Asia, Kamis (26/3) diperkirakan masih akan cendrrung turut bertahan positif.