Hingga sesi perdagangan pagi ini di Asia, Kamis (26/3) harga Emas tercatat bertengger di kisaran $1.638,4 per Ounce.

Sentimen optimis yang ditumbuhkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump di tengah suramnya ancaman dari wabah Coronavirus nampaknya sangat bertaji. Setelah mampu melonjakkan indeks Wall Street dalam rentang sangat ekstrim dalam dua hari sesi perdagangan terakhir, pasar komoditas juga turut teguncang.

Adal;ah pasar komoditas penting dang strategis dunia, Emas yang kali ini masih terus bergolak dengan sangat tajam. Pantauan menunjukkan, dalam sesi perdagangan Rabu (25/3) harga komoditas logam bersinar kuning itu yang sempat mencetak titik termahalnya di kisaran $1.698 per Ounce atau nyaris menyundul level psikologis pentingnya di kisaran $1.700 per Ounce.

Namun seiring dengan kabar terkini dari Washington, di mana paket stimulus usulan Trump masih  membutuhkan proses dan waktu dari Senat, membuat harga Emas sedikit reda dari tekanan beli.  Hingga sesi perdagangan pagi ini di Asia, Kamis (26/3) harga Emas tercatat bertengger di kisaran $1.638,4 per Ounce atau menguat moderat 0,31% dibanding posisi penutupan sesi perdagangan sebelumnya.

Secara keseluruhan, sentimen yang beredar masih menunjukkan sikap optimis pelaku pasar untuk terus melakukan perburuan terhadap Emas. Gerak naik lebih lanjut hingga menembus level psikologis di $1.700 per Ounce, oleh karenanya diyakini sekedar menunggu waktu.

Terlebih sentimen dari ancaman wabah Coronavirus yang diyakini masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan,  di mana pada sisi lainnya akan berpadu dengan sentimen paket stimulus Trump yang bernilai raksasa hingga sekitrar Rp33.000 triliun tersebut.