Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di DKI Jakarta hingga Kamis (26/3) bertambah menjadi 459 orang.

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di DKI Jakarta hingga Kamis (26/3) bertambah menjadi 459 orang.

Sebelumnya di DKI Jakarta ada 440 pasien positif, 226 orang di antaranya masih dirawat, 24 pasien dinyatakan sembuh, 37 meninggal, dan 113 pasien mengisolasikan diri.

"Sampai hari ini total pasien 495 orang, yang sudah sembuh 29 orang, dan meninggal 48 orang," kata Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto di Balai Kota DKI Jakarta.

Selain itu sebanyak 50 tenaga kesehatan yang tersebar di 24 rumah sakit di seluruh Jakarta terpapar virus corona.

Kemudian, pihaknya juga mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) hingga hari ini mencapai 1.850 orang. Rinciannya, jumlah orang masih dipantau sebanyak 457 orang dan yang telah selesai dipantau 1.393 orang.

Kemudian, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus corona di Jakarta mencapai 895 orang. Sebanyak 291 orang masih dirawat, dan yang sudah sembuh mencapai 604 orang.

Diketahui hingga Rabu (25/3), jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 790. Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 58 orang, dengan jumlah yang sembuh 31 orang.

Jakarta Menuju Lockdown

Diberitakan tempo.co, Pemprov DKI menyiaplan dua opsi, soft lockdown dan hard lockdown. Kedua opsi diumumkan pukul 02.00 WIB dini hari dan berlaku pukul 08.00 keesokan harinya. Warga tidak lagi dapat menggunakan transportasi publik untuk masuk dan keluar Jakarta. Sedangkan kendaraan pribadi yang menuju Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi harus mendapat izin kepolisian.

Pada isolasi lunak, transportasi publik masih beroperasi, meski dalam jumlah terbatas; warga diminta tetap berada di rumah, serta rumah makan, toko swalayan dan apotek tetap buka. "Alfamart dan Indomart menjadi stockpoint (titik penjualan)."

Sebaliknya, pada hard lockdowm, peraturan berlaku sangat ketat. Misal, ada denda bagi pemgemudi kendaraan tanpa izin kepolisian (diusulkan Rp200.000 untuk motor dan Rp500.000 untuk mobil). Setiap keluarga hanya boleh mengutus 1 anggota keluarga untuk membeli kebutuhan sehari-hari setiap 2 atau 3 hari sekali. Transportasi publik berhenti total, dan hanya toko penyedia kebutuhan pokok dan apotek yang boleh buka.