Rupiah kembali mampu membukukan penguatan tajam dalam mengawali sesi perdagangan pagi akhir pekan ini, Jumat (27/3).

Sentimen sangat mujarab dari paket stimulus oleh pemerintahan Presiden Donald Trump  di Amerika Serikat nampaknya cukup berharga dalam menopang nilai tukar mata uang Rupiah.  Usai membukukan gerak penguatan tajam dalam dua hari sesi perdagangan sebelumnya secara beruntun, nilai tukar Rupiah tercatat kembali melonjak tajam dalam mengawali sesi perdagangan pagi penutupan pekan ini, Jumat (27/3).

Laporan terkini di sesi perdagangan Asia menunjukkan, Rupiah yang telah bertengger di kisaran Rp16.105 per Dolar AS setelah melonjak tajam 1,23%.  Investor di seluruh dunia terlihat sedang berbalik melepaskan mata uang Dolar AS, menyusul kabar positif dari paket stimulus yang sedang diajukan oleh pemerintahan Trump.

Laporan terkait sebelumnya menyebutkan, sentimen dari pekat stimulus yang diajukan oleh pemerintahan Trump di AS yang telah menjadikan investor yakin untuk mengatasi pukulan wabah Coronavirus terhadap kinerja perekonomian.

Trump sebelumnya diwartakan mengajukan paket stimulus huingga senilai $2 triliun yang mencakup penyelamatan sejumlah perusahaan strategis serta pemotongan pajak guna menanggulangi luluh lantaknya kinerj aperekonomian akibat wabah Coronavirus yang masih mengganas.

Gerak indeks Dolar AS akhirnya runtuh seiring dengan melonjaknya sejumlah mata uang utama dunia. Situasi ini kemudian menghadirkan bekal berharga bagi Rupiah untuk berbalik menguat dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir.

Bertahannya sentimen stimulus Trump kali ini, tentu diharapkan akan mampu setidaknya untuk mengandangkan Dolar AS kembali di bawah Rp16.000.