RS Darurat Wisma Atlet ini hanya dikhususkan untuk pasien terpapar Corona dengan kategori ringan sampai sedang.

Kesiapan pemerintah untuk memerangai pandemi virus corona salah satunya dengan mendirikan Rumah Sakit Darurat Corona Wisma Atlet mendapat banyak apresiasi. RS darurat ini disulap dengan cepat oleh Kementerian BUMN di bawah komando Erick Thohir.

BUMN juga memasok kebutuhan RS darurat penanganan COVID-19 ini, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri dan masker. Dokter-dokter yang bekerja merupakan gabungan dokter dari berbagai instansi, dari Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, BUMN dan lain-lain.

Sejak beroperasi pada Senin (23/3), total sudah ada 274 pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet. Berdasarkan data hingga pukul 07:00 WIB, Jumat (27/3) sebanyak 28 pasien dinyatakan positif virus Corona, kategori PDP (pasien dalam pengawasan) ada 208 orang dan ODP (orang dalam pemantauan) ada 38 orang.



RS Darurat Wisma Atlet ini hanya dikhususkan untuk pasien terpapar Corona dengan kategori ringan sampai sedang. Sementara pasien dengan kategori berat akan dirujuk ke RS khusus penanganan Corona.

Berikut ini salah satu curahan hati salah satu pasien tentang pelayanan medis di RS Darurat Wisma Atlet: 

Selamat pagi teman teman semua.. 

Saya M usia 33 tahun, saat ini sedang di isolasi di wisma atlet bersama suami saya, W, 35 thn. Status suami adalah PDP,  bermula dari operasi gigi bungsu tgl 14 maret 2020. 

Gigi bengkak dan sakit. Disertai demam. Kemudian sakit maag dan keluar bintik merah, tidak ada batuk, pilek atau sesak napas sampai hari ini. 

Juga tidak ada riwayat ke LN selama 1 tahun belakangan ini. Tidak ada bertemu dengan orang dr LN selama 14 hari belakangan ini. 

Namun demam tidak kunjung turun, tgl 20 maret 2020, atas rujukan dokter igd dilakukan test darah dan rontgen, di paru paru ada flek dan kami melakukan self isolation.

Memindahkan anak kami dan orang tua ke rumah saudara. Tgl 23 maret karena bintik merah makin banyak, kembali ke RS dan melakukan ct scan.

Hasil ct scan menunjukan crazy paving, lalu dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk covid, di tolak 2 kali, tidak ada Rs yg mau menerima pasien dengan gejala viral (karena di curigai covid-19) kecuali kamu sudah swab dan negative. 

Akhirnya kami di suruh ke wisma atlet. Saya dengan status ODP tanpa gejala. boleh pulang, namun saya memutuskan untuk ikut isolasi karena mempertimbangkan kondisi tempat tinggal yg padat penduduk. Demi menjaga keselamatan seluruh masyarakat disekitar kami

Hari ini tanggal 26 maret 2020.. hari ke 4 kami di isolasi. Saya agak sedih mendengar pemberitaan diluar yg menyudutkan pemerintah dan semua staf dokter dan suster serta semua tenaga kerja di sini yah. 

Awalnya memang saya juga panik dan bingung, saya juga awal nya marah marah disini. Tapi saya kembali berdoa sama Tuhan (saya di dampingi oleh penatua gereja by WA dan telp) dan akhirnya bs berpikir jernih.

Pemerintah sudah sangat membantu dengan mendirikan wisma atlet. Semua yg ada disini FREE.. yang masuk hari pertama seperti saya,  pasti mengalami kondisi kacau balau.. menurut saya WAJAR. karena sebuah tempat yg pada dasar nya bukan instalasi kesehatan. Dibuat menjadi tmpt isolasi. Tidak mudah dan gampang. 

Hari ke 3 sudah ada perkembangan yg signifikan. Selama disini kami dapat nasi kotak sehari 3 kali dan air minum. Di hari ke 3 dibagi termometer. Apabila demam di beri paracetamol dan vitamin C. 

Tapi diingatkan untuk bawa barang barang dan obat obatan pribadi yah. Karena disini adalah isolasi mandiri. Ini yg kurang disosialisaikan oleh pihak RS. 

Kami kesini dengan bayangan wisma atlet menyediakan infus dan obat. Padahal tidak ada BUKAN TIDAK DI BAGI yah.. jadi memang belum masuk obat obatan. Tidak seperti yg di beritakan di luar "saya di biarkan gak dikasi obat". 

Actually mereka memang gak punya obat nya.. jadi tolong yg ada uang dr pada nimbun masker dan yg lain. Uang nya bs buat bantu pemerintah aja.

Di hari ke 3, kita juga di bagiin snack isi nya kue kue

Hari ini hari ke 4, dikamar sudah didistribusikan dispenser dan aqua galon (merk AQUA