Satu kematian yang dikonfirmasi di suatu negara seperti Indonesia, bisa digunakan untuk menghitung beban kasus yang sebenarnya.

Jumlah kasus corona di Indonesia hingga kini masih di angka ribuan. Namun ada kabar buruk dari luar negeri yang membuat deg-degan. Bayangkan saja, menurut peneliti Inggris, jumlah kasus corona di Indonesia bisa mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu. Akan tetapi, hal itu tidak terdeteksi karena rendahnya pengetesan oleh pemerintah.

Data cukup mengerikan itu diungkap peneliti Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) London, Inggris, yang mengembangkan pemodelan matematika untuk memprediksi secara kasar kemungkinan jumlah kasus penyebaran corona di suatu negara. Prediksi itu dilakukan berdasarkan jumlah kematian.

Satu kematian yang dikonfirmasi di suatu negara seperti Indonesia, bisa digunakan untuk menghitung beban kasus yang sebenarnya. Pemodelan ini mempermasalahkan soal tingginya persentase tingkat kematian corona di Indonesia. Mereka memperkirakan tingginya angka kematian ini disebabkan pemerintah kurang agresif melakukan pengetesan para terduga corona.

Diketahui, berdasarkan data, angka kematian corona di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia dengan persentase mencapai 11,4 persen atau 78 kematian dari 893 kasus per Kamis (26/3/2020). Namun, angka pengetesan corona di Indonesia termasuk yang terendah di dunia.

Pekan lalu, Indonesia baru melaksanakan 1.727 tes. Jika dibandingkan dengan total penduduk, baru satu orang di tes dari 156 ribu orang. Dengan demikian, diperkirakan masih banyak penderita Covid-19 yang belum teridentifikasi. 

Kabar baiknya, pembelian 150 ribu alat tes dari China diharapkan bisa mempercepat identifikasi mereka yang terduga terinfeksi virus corona.