Para peneliti percaya jika Indonesia melakukan pengujian dengan lebih luas, hasilnya jutaan orang diprediksi akan terinfeksi virus corona pada beberapa bulan mendatang

Profesor Matematika Terapan di University of Essex di Inggris, Profesor Susanto memperkirakan 50 persen penduduk Jakarta akan terinfeksi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 dalam 50 hari sejak kasus pertama dikonfirmasi pada 2 Maret 2020 lalu.

"Kami menggunakan Jakarta sebagai sampel dengan populasi sekitar 10 juta orang. Pada puncaknya, virus ini dapat menginfeksi 50 persen populasi," kata Profesor Susanto.

Prediksi itu, lanjut Susanto, bisa lebih parah jika pemerintah tak memberlakukan lockdown.

"Para peneliti biasanya berharap bahwa perhitungan mereka benar, tapi dalam kasus ini kami tidak ingin perhitungan ini benar," kata Profesor Susanto kepada The Australian.

Sementara itu, peneliti Iqbal Ridzi Elyazar dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU) mengatakan sekitar 70.000 warga Indonesia diprediksi akan terinfeksi COVID-19 pada akhir April 2020 mendatang.

"70.000 kasus mungkin terdengar menakutkan, tetapi itulah yang akan terjadi jika tak ditangani dengan tepat. Presiden telah mendesak publik untuk melakukan social distancing, dan kami harap semua orang mematuhinya sehingga bisa mengurangi waktu penggandaan," jelas Elyazar.

Ia dan timnya membandingkan tingkat kasus Indonesia dengan Iran dan Italia yang sama-sama memiliki level penyebaran virus yang cepat.

Elyazar memperingatkan, "Tingkat infeksi di Indonesia meningkat dua kali lipat dalam tiga hari terakhir. Semakin pendek waktu penggandaan, semakin berbahaya."

Hingga Jumat (27/3/2020), tercatat ada 893 kasus virus corona yang dikonfirmasi Indonesia dengan jumlah kemarian mencapai 78 jiwa. Jumlah kematian ini membuat Indonesia mendapat predikat sebagai negara dengan death-rate tertinggi di dunia.

Media Inggris Daily Mail menyoroti bahwa pemerintah Indonesia hanya melakukan sekitar 2000 tes COVID-19 dari 270 juta jiwa yang mendiami negara tersebut.

Para peneliti percaya jika Indonesia melakukan pengujian dengan lebih luas, hasilnya jutaan orang diprediksi akan terinfeksi virus corona pada beberapa bulan mendatang.

Kasus COVID-19 di Indonesia ini mendapat perhatian dari negeri tetangga Australia. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun merilis pernyataan.

"Teman dan tetangga kita Indonesia yang berpopulasi 275 juta jiwa, sekarang berada di puncak bencana virus corona. Ini berdampak pada keamanan nasional bagi Jakarta dan Canberra. Ini akan membutuhkan solodaritas dan diplomasi yang tepat ke depannya," tulis Rudd melalui Twitter-nya (25/3/2020).