IHSG dan Rupiah terlihat kompak membukukan gerak naik tajam lebih lanjut dalam menutup sesi akhir pekan ini, Jumat (27/3).

Sesi penutupan  perdagangan pekan ini, Jumat (27/3) akhirnya kembali menjadi ajang pesta kenaikan di seluruh Asia. Laporan menyebutkan, sentimen positif dari indeks Wall Street yang berhasil membukukan lonjakan curam menjadi bekal bagi pelaku pasar untuk berbalik melakukan aksi akumulasi.

Laporan sebelumnya menyebutkan, sentimen dari pekat stimulus yang diajukan oleh pemerintahan Trump di AS yang telah menjadikan investor yakin untuk mengatasi pukulan wabah Coronavirus terhadap kinerja perekonomian.

Trump sebelumnya diwartakan mengajukan paket stimulus huingga senilai $2 triliun yang mencakup penyelamatan sejumlah perusahaan strategis serta pemotongan pajak guna menanggulangi luluh lantaknya kinerja perekonomian akibat wabah Coronavirus yang masih mengganas.

Keyakinanan investor di seluruh Asia mulai tumbuh untuk berbalik melakukan aksi akumulasi hingga melonjakkan indeks dengan tajam.

Hingga sesi perdagangan sore ditutup, indeks Nikkei (Jepang) melonjak curam 3,88% untuk menutup sesi di 19.389,43, indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,56% untuk singgah di 23.484,28,  sementara indeks ASX 200 (Australia) beralih runtuh 5,3% untuk terhenti di posisi 4.842,4, dan indeks KOSPI (korea Selatan) yang melambung 1,87% untuk berakhir di 1.717,73.

Dengan kepungan senbtimen positif yang bertahan tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Jakarta akhirnya kembali menginjak zona positif. IHSG tercatat menutup sesi akhir pekan ini dengan menguat 4,76% untuk parkir di 4.545,57.

Situasi serupa juga terjadi pada mata uang Rupiah, dengan kini diperdagangkan di kisaran Rp16.170 per Dolar AS setelah menguat tajam 0,83%.

Sentimen dari paket stimulus Trump, dengan demikian telah berhasil membuat IHSG dan Rupiah kembali tertolong di zona penguatan. Terima Kasih Mr President Trump.