Ledakan penderita corona ini akhirnya membuat Presiden AS Donald Trump terpaksa meminta bantuan dari China.

Sungguh tragis nasib Amerika Serikat. Sebanyak ratusan ribu warganya diketahui positif terjangkit corona. Berdasarkan data resmi yang disiarkan CSSE Johns Hopkins University, hingga pukul 11:30 WIB, Jumat (27/3/2020) total penderita corona di negara adi daya itu sudah mencapai 85.840 orang.

Jumlah penderita sebanyak ini akhirnya menjadikan Amerika sebagai pusat pandemi corona terparah dunia. Bahkan, Amerika kini menduduki ranking pertama mengalahkan China dalam jumlah penderita corona terbanyak dunia.

Pasien yang meninggal dunia akibat corona di Amerika juga bertambah menjadi 1.296 jiwa. New York City menempati posisi pertama sebagai kota dengan jumlah kematian terbanyak, yakni sebanyak 365 orang. Kemudian Washington DC dengan angka kematian sebanyak 109 jiwa.

Ledakan penderita corona ini akhirnya membuat Presiden AS Donald Trump terpaksa meminta bantuan dari China. Trump mengaku telah menghubungi Presiden China, Xi Jinping, Jumat (27/3/2020).

"Baru saja menyelesaikan pembicaraan yang sangat baik dengan Presiden Xi dari Tiongkok. Dibahas dengan sangat terperinci Corona Virus yang merusak sebagian besar Planet kita. China telah melalui banyak dan telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang Virus. Kami bekerja sama dengan erat. Banyak hormat!," cuit Trump dalam pernyataan tertulis di akun resmi Twitter-nya.

Padahal sebelumnya, Trump sempat dikecam karena berusaha membuat suhu politik kedua negara memanas dengan melontarkan kata-kata rasis kepada China. Pasalnya, Trump mengganti nama Virus Corona dengan Chinese Virus atau Virus China. Kini, Trump justru meminta bantuan dari China.